Latest Post :

About

Tampilkan posting dengan label PONOROGO. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label PONOROGO. Tampilkan semua posting

Pembuangan Bayi Cacat Ke Sungai, Ditemukan Sudah Membusuk

Jumat, 21 November 2014 | 0 k o m e n t a r


Gasud.com, Ponorogo - Jenangan - Sesosok mayat bayi ditemukan tewas membusuk, di sungai di desa Tanjungsari, kecamatan Jenangan Ponorogo. Diduga, bayi sebelumnya dirawat dan sudah berumur 3 bulan lebih. Bayi tersebut diduga sengaja dibuang karena kondisinya cacat. Saat ditemukan Minggu (16/11), kondisi bayi berjenis kelamin perempuan tersebut mengenaskan. Separo badannya hitam legam, sementara kepalanya remuk tak berbentuk. Penemuan bayi ini berawal saat sejumlah anak memancing ikan di tepi sungai tersebut. Saat itu, mereka mencium bau busuk dari sungai. Saat dilihat ternyata ada sesosok bayi yang sudah tewas. “Ditemukan di antara batang bambu di sungai,” kata bairun kepala desa setempat. Setelah itu, penemuan mayat ini pun dilaporkan ke polisi. Petugas yang datang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, dan meminta keterangan sejumlah saksi. Hasil pemeriksaan sementara, diduga bayi tersebut mengalami cacat bawaan, sempat hidup dan mendapat perawatan. “Usia bayi sekitar 3 bulan. Bayi tersebut dibuang ke sungai, dan diperkirakan baru ditemukan setelah sekitar 4 hari berikutnya,” kata AKP Nyoto, Kapolsek Jenangan. Kini bayi masih disimpan kamar mayat RSUD dr. Harjono Ponorogo, untuk divisum dan keperluan penyelidikan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi ini. Sumber Reog.tv
Continue Reading

Harlah Mafia Sholawat Yang Pertama

Senin, 17 November 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo – Sebanyak ratusan anak jalanan tumpah ruah bersama puluhan ribuan masyarakat, Sabtu (8/11/2014) malam Minggu, di Alun-alun Ponorogo. Uniknya, dalam acara Harlah Mafia Shalawat (Manunggaling Fikiran lan Ati ing Dalem Salawat) yang pertama, dimeriahkan dengan kesenian jaranan dan Reog, serta 100 lebih penari sufi ini sebagian besar jamaah yang hadir bukan saja dari kalangan yang berpakaian busana muslim seperti pengajian pada umumnya. Kebanyakan justru memakai kaos hitam bertuliskan Mafia Shalawat serta gambar KH. Muhammad Ali Shadiqin atau biasa dipanggil Gus Ali Gondrong, acara ini juga disiarkan live dan streaming Radio Aswaja Fm Ponorogo milik PCNU Ponorogo. Presiden Mafia Salawat Indonesia, H. Sugeng di sela-sela acara mengatakan peserta merupakan campuran, dari masyarakat muslim Ponorogo dan sekitarnya hingga anak jalanan. “Kita mengajak dari mulut ke mulut. Di jalanan itu kan banyak kelompok-kelompok seperti mereka (anak jalanan). Nah, kita ajak mereka untuk bergabung dalam Mafia Salawat,” ujarnya. Harlah Mafia Sholawat Indonesia ini dihadiri orangg no 1 di Ponorogo yaitu Bapak Bupati beserta wakilnya, Kapolres Ponorogo, dan orang no 1 di Kodim Ponorogo, PCNU Ponorogo. Selain dari Ponorogo, para jamaah dan anak jalanan yang telah tergabung dalam Mafia Salawat dari berbagai daerah juga hadir. Di antaranya dari Karanganyar, Wonogiri, Bojonegoro, Demak, Sukoharjo, Sragen, Semarang, Ngawi, Magetan, Madiun dan Wonosobo. Mereka sengaja hadir karena antusias mereka untuk bershalawat. “Harapan kita, yang penting mereka senang dengan shalawat dulu. Setelah itu nanti kita memberi arahan-arahan supaya memperkuat syariatnya,” katanya. Sementara itu, Gus Ali dalam ceramahnya terus mengajak agar seluruh elemen masyarakat, termasuk anak jalanan dan organisasi Pencak Silat yang telah tergabung dalam Mafia Salawat ini untuk semakin menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad. Selain itu, ia juga menegaskan agar tetap mempertahankan NKRI bagaimanapun kondisinya. “Kita doakan leluhur kita. Mereka adalah akar dari bangsa ini. Jangan sampai kita lupa dan meninggalkan NKRI,” kata kiai bergaya metal ini kepada puluhan ribuan jamaah. (Ardi Baskoro)
Continue Reading

Remaja Asal Jetis Juara 1 Di Acara World Festival Jepang

Rabu, 12 November 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Belum lama ini, redaksi mendapat kabar jika salah satu remaja asal Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Ponorogo, menorehkan prestasi yang cukup membanggakan terutama untuk warga Ponorogo, dan untuk Indonesia. Adalah Iwan Setiono, yang saat ini sedang magang kerja di Jepang, yang merasa memiliki sebuah kesenian yang lain dari pada yang lain, Reog Ponorogo, dimana pria 21 tahun yang juga menguasai tari Bujang Ganong ini memberanikan diri untuk ikut dalam ajang World Festival, sebuah ajang seni internasional yang digelar di di kota Toyokawa Shi, Aichi, Jepang, pada Minggu, 2 Nopember 2014, tak disangka berhasil meraih predikat juara 1. Dari komunikasi yang dilakukan redaksi REOG.TV dengan Iwan, diketahui bahwa ajang rutin ini selalu dikuti oleh berbagai negara di dunia, yang tiap perwakilannya menyajikan kesenian daerah masing-masing.

Iwan yang berlamat di Jl. Moeslim, Desa Jetis ini, juga menyatakan rasa bangganya bisa meraih gelar juara satu, selain juga bangga bisa lebih memperkenalkan kesenian asli daerahnya ke publik internasional. “Syukurlah saya dengan tarian Bujang Ganong, berhasil meraih juara satu, sedangkan juara kedua diraih oleh perwakilan dari Brazil dengan tarian Samba dan juara ketiga juga dari Indonesia yang menampilkan grup nyanyi dari Jawa Barat, dengan lagi Manuk Dadali,” terang Iwan yang dihubungi reog.tv via email. Saat ini, pria kelahiran 11 Agustus 1993 ini, tengah menyelesaikan program magang kerja di sebuah perusahaan di negeri matahari terbit, dimana ia sudah melakoni program tersebut selama 1 tahun, dari tiga tahun kontrak magangnya.

Tentunya, dengan prestasi yang berhasil laki-laki kota tercinta di kancah internasional ini, harus diapresiasi. Karena selain membawa harum kesenian Reog Ponorogo melalui tarian Bujang Ganongnya, sudah barang tentu juga makin memperkenalkan nama Ponorogo di ajang Internasional. Bravo Bro Iwan
Sumber Reog.tv
Continue Reading

Selamat Atas Warga Baru Pagar Nusa Polorejo

Senin, 10 November 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Pagar Nusa - Sudah menjadi agenda rutin bagi Pencak Silat Nahdlatul Ulama' Pagar Nusa Ranting Polorejo Kec. Babadan, Ponorogo, setiap awal tahun Hijriyah untuk melaksanakan ziarah makam Gus Maksum selaku pendiri GASMI (Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia) dan juga sebagai Ketua Umum Pagar Nusa pertama kali, beserta para kyai sepuh Pondok Lirboyo Kediri Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan 09 November 2014 yang diikuti olah ratusan pesilat Pagar Nusa dari berbagai ranting yang ada di Ponorogo termasuk Pagar Nusa Ranting Polorejo yang selama ini rutin berlatih Pencak Silat di halaman Masjid Ibrahim Al Ghozali, Bedi, Polorejo, Babadan, Ponorogo.
Kegiatan ini diawali dengan Ijazahan yang bertempat di aula lantai 2 Ponpes Lirboyo, Ziarah makam, setelah itu Sholat Dzuhur berjamaah, dan setelah itu langsung sowan kerumah keluarga ndalem (Rumah Gus Bidin) selaku Guru Besar GASMI (Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia) saat ini untuk makan siang. Syukur Alhamdulillah pada tahun ini Ranting Polorejo mengirimkan 23 anggota untuk mengikuti kegiatan ini. Semoga adanya olah raga Bela Diri yang juga termasuk salah satu Badan Otonom Nahdlatul Ulama' ini, mampu mencetak kader kader, generasi NU yang mumpuni, berguna bagi lingkungan, masyarakat, NU, Nusa dan bangsa.
Continue Reading

Hari Pahlawan - Polantas Ponorogo Berseragam Pejuang Kemerdekaan

| 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO – Memperingati hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 Nopember, sejumlah polisi lalu lintas di Ponorogo, Jawa Timur, mengenakan seragam polisi tempo dulu. Selain untuk mengenang jasa pahlawan, penggunaan seragam tempo dulu ini juga ditujukan untuk kembali mengingatkan kepada masyarakat akan jasa pahlawan yang gugur demi kemerdekaan Indonesia. Sekilas, ada yang berbeda dengan seragam yang digunakan polisi lalu lintas di satuan lalu lintas Polres Ponorogo, Senin (10/11). Mereka menggunakan seragam polisi zaman dulu. Tak hanya pakaian, berbagai atribut, aksesoris hingga topi juga merupakan pakaian polisi era tahun 40-50 an. Sejumlah polisi lalul intas sengaja menggunakan pakaian tempo dulu untuk mengenang jasa pahlawan yang jatuh tiap tanggal 10 November. Tak hanya mengatur lalulintas, polisi tempo dulu ini juga melakukan patroli dijalan raya menggunakan atribut tempo dulu.
Hal ini sontak membuat para pengguna jalan tertegun dan terkagum-kagum melihat kostum para ‘polisi tempo dulu’ ini, yang beberapa di antaranya menyempatkan untuk berhenti dan mengajak berfoto selfi bersama polisi. Sementara pada saat tepat pukul 8.15 WIB, seluruh polisi lalulintas juga menghentikan seluruh kendaraan yang melintas untuk mengheningkan cipta dan berdoa selama 1 menit untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur di medan perang demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Menurut Welas Arjo, salah seorang pengguna jalan, dirinya merasa kagum dengan inovasi Polantas Ponorogo ini dalam memperingati hari Pahlawan ini.
“Menarik sekali, dan baru kali ini saya melihat polisi menggunakan saragam polisi jaman dulu,” cetus Arjo, saat berhenti ketika melintas di bilangan jalan Soekarno Hatta. Sementara itu, menurut KRI Sat Lantas Polres Ponorogo Iptu Budiarto, hal ini dilakukan semata untuk turut memperingati dan mengenang jasa para pahlawan yang telah banyak berkorban demi memperjuankan kemerdekaan. Pihaknya juga berharap, dengan penggunaan seragam ala pejuang dan seragam polisi tempo dulu bisa sedikit menggugah masyarakat untuk kembali mengenang jasa para pahlawan bangsa Indonesia. MERDEKA!!!.. 
Sumber Reog.TV
Continue Reading

2 Pemasang Baleho Tewas

| 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Warga yang berada di sekitaran perempatan pabrik es Ponorogo dikejutkan dengan peristiwa tersengatnya 2 warga yang hendak memasang baliho. Peristiwa ini terjadi Senin pagi 10/11/2014 sekitar pukul 08.30 WIB tepatnya di kawasan ruko timur perempatan Pabrik Es (Salju Buana), masuk wilayah kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan Ponorogo. Kejadian berawal saat 2 pekerja hendak memasang baliho di atas ruko,namun nahas karena tempat baliho yang sangat dekat dengan kabel listrik tegangan tinggi maka 1 pekerja tersengat di bagian kepala, sedang 1 pekerja lain mengalami shock namun mulai sadar saat di tolong warga. Tukang becak yang biasa mangkal di lokasi menjelaskan kronologis kejadian. “Tadi itu pas pada duduk ngopi ada suara bruk 2 kali. Tau-tau para pekerja pabrik es berlarian ke sini sambil teriak “wonge ceblok,wonge ceblok kesetrum”.
Setelah itu warga naik ke atas menolong korban. 1 pekerja tergeletak dan luka tersengat di bagian kepala yang , sedang 1 lainya sadar dan mau bangun tapi kelihatanya masih shock lalu saya bilang “mas..ojo ngadek sik..ben ditulungi uwong-uwong” setelah itu warga berdatangan dan korban di bawa ke RS” ucapnya. Menurut keterangan warga korban 1 berasal dari Sooko dan 1 lagi berasal dari desa Carat Kauman dengan usia sekitar 25-30 tahunan. “Untuk nama atau alamat lengkap kami kurang tau karena fokus menolong korban dan tadi orangnya belum bisa dimintai keterangan” ucap warga menambahkan. Kedua korban akhirnya di bawa ke RS Dr Hardjono untuk mendapat perawatan.Semoga segera diberi kesembuhan. Sumber SETENPO
Continue Reading

Pencuri Pompa Air Di Hajar Massa - Siman

Sabtu, 01 November 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO – (SIMAN) Seorang pencuri babak belur dipukuli massa warga desa Sekaran dan Purbosuman Kecamatan Siman Ponorogo, Jumat (31/10) siang. Pelaku tertangkap setelah mencuri mesin pompa air di sawah milik Anwar warga desa Sekaran. Warga yang emosi langsung memukuli pelaku hingga bebak belur. Penangkapan pencuri ini bermula saat korban ke sawah sekitar jam 10 pagi. Ternyata, pompa air miliknya hilang, padahal, pagi hari masih ada. Keterangan sejumlah warga, ada pencari barang bekas, yang melintas di desa tersebut. Korban langsung melakukan pencarian. Di jalan Sedap Malam, desa Purbosuman, korban mendapati dua pencari barang bekas, mengendarai becak, memuat karung. Korban langsung memeriksa karung tersebut. Ternyata, berisi pompa air miliknya yang hilang. Sadar berhadapan dengan pencuri, korban langsung berteriak maling.

Dua pemulung langsung kabur berpencar, ke persawahan. “Dengar ada warga yang teriak maling maling, beramai ramai ikut mengejar. Satu pelaku berhasil ditangkap,” kata Doni, warga Purbosuman yang ikut mengejar pelaku. Diketahui, pelaku bernama Niman, warga asal Jember, berhasil ditangkap. Warga yang emosi bergantian memukuli pelaku, hingga babak belur. Sementara satu pelaku lainnya, Suwanto Alias Kancil, berhasil kabur dari kejaran massa. Pelaku selanjutnya diserahkan ke Mapolres Ponorogo. Selain pompa air, juga ditemukan velg ban sepeda motor, kabel dan barang barang lain yang diduga hasil pencurian. Kini pelaku diamankan di Mapolres Ponorogo bersama barang buktinya, sementara satu pelaku lainnya, Kancil, masih dalam pencarian petugas. (tim/reog.tv)

Foto: BABAK BELUR. Tersangka pencurian mesin pompa air (baju kuning) saat disidik di Mapolres Ponorogo, setelah tertangkap warga karena mencuri pompa air di desa Sekaran, Siman.

Sumber Info Reog.TV
Continue Reading

Ribuan Pesilat Ponorogo Gelar Pengajian Akbar

Jumat, 31 Oktober 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Ribuan pesilat dan praktisi berbagai aliran beladiri memadati alun alun Ponorogo. Senin 27/10/2014 Forum Komunikasi Pencak Silat Dan Beladiri menggelar pengajian akbar yang mendatangkan ustadz HM Fikri Haikal dari Jakarta. Acara ini selain di hadiri para praktisi beladiri juga di hadiri oleh para tokoh ulama dan FORPIMDA Ponorogo. Kapolres Ponorogo AKBP Iwan Kurniawan dalam sambutan pembuka menyampaikan bahwa pengajian diadakan dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan menciptakan iklim yang aman damai demi rahayuning bumi reyog. Kehadiran FKPSB di rasa menjadi sebuah hal yang sangat positif sehingga situasi Ponorogo saat ini menjadi kondunsif.

Ajak Memaknai Hijrah

Ustadz HM Haikal Fikri menyampaikan beberapa point kepada segenap hadirin,bahwa dalam konteks sejarah peristiwa hijrah hanya sekali namun sebagai sebuah pelajaran yakni upaya mempertahankan iman maka hijrah adalah perjuangan sepanjang masa (tantangan sekarang kian berat, karena kemajuan jaman sering di salah artikan. Orang merasa modern jika berbuat maksiat, mabuk di anggap modern sedang agama di anggap kuno dan urusan aki aki (kakek kakek). Anak muda malu mengaji, malu ke madrasah, malu belajar agama) ucap putra almarhum Da’i Sejuta Umat Zainudin MZ tersebut. Sebagai penutup ustadz Haikal Fikri menyampaikan pesan untuk selalu istiqomah menjaga keyakinan, apa yang positif dari kemajuan jaman silahkan digunakan namun harus ditelaah mana yang negatif agar dihindari. Acara kemudian di tutup dengan doa oleh ketua MUI Ponorogo KH Ansor M Rusydi.

Sumber Info SETENPO
Continue Reading

Pasutri Ponorogo Nekat Curi Motor

| 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO - Pasangan suami istri (Pasutri) yang hendak merayakan dan meramaikan pernikahannya terpaksa diringkus anggota Satuan Reskrim Polres Ponorogo. Kedua tersangka ditangkap saat di jalan ketika memanfaatkan motor hasil curiannya untuk berjalan-jalan berduaan. Kini kedua tersangka dan motor Yamaha Vixion kinyis-kinyis yang baru keluar dari dealer sebulan sebelumnya diamankan di Polres Ponorogo. Kedua tersangka mengaku mencuri motor baru karena ingin jalan-jalan berdua menggunakan motor baru di kampungnya.

Kedua tersangka itu adalah Warnin (39) warga RT 01, RW 01, Desa Bangunrejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo dan Tri Wulandari (22) warga Dusun Sidowayah, Desa Ngendak, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri. Akibat ulahnya, keduanya mendekam dalam tahanan Polres Ponorogo. Awalnya, korban hendak salat di masjid. Motor Yamaha Vixion warna merah putih bernopol AE 4314 VS yang sedang di parkir di halaman rumah korban, di JL Kyai Kasan Besari, No 21 Kelurahan Kauman, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo di parkirban korban dengan kondisi kontak motor masih menancap.

Seketika itu, pasutri ini menggondol motor itu dengan tersangka perempuan sebagai pemetik (pengambil) motor dan suaminya bertugas melihat situasi dan kondisi. Keduanya ditangkap beberapa hari saat pasutri ini memanfaatkan motor hasil curiannya untuk jalan-jalan di JL Raya Ponorogo - Wonogiri, Desa Biting, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo. Saat ditanya petugas pasangan ini tidak berkutik dan mengakui motornya hasil curian. "Tersangka punya peran sendiri-sendiri dalam menjalankan aksinya. Yang perempuan sebagai pemerik (pengambil) motor dan laki-laki berperan mengawasi situasi," terang Kapolres Ponorogo, AKBP Iwan Kurniawan kepada Surya, Selasa (28/10/2014).

Lebih jauh Kapolres Ponorogo ini menguraikan aksi pencurian muda dilakukan tersangka tanpa ada kesulitan karena kontaknya masih menancab di stang motornya.
"Perempuannya bisa mengendari motor Vixion sendirian menuju tempat persembunyian suaminya usai menjalankan aksinya," imbuhnya. Sedangkan kedua tersangka yang kompak mencuri ini bakal dijerat pasal 363 ayat 1 ke 4e KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. "Kedua tersangka dan barang bukti sudah kami amankan semua," tegasnya. Sementara tersangka Warnin mengaku jika kompak mencuri sebelum meramaikan dan merayakan pernikahnnya. Menurutnya, Tri Wulandari bakal menjadi istri keduanya. "Kami kompak ingin mencuri motor untuk digunakan jalan-jalan. Saya sudah punya anak tetapi Tri Wulandari belum punya anak karena akan saya jadikan istri saya yang kedua," ungkapnya. Sedangkan tersangka, Tri Wulandari mengaku nekat mencuri motor karena ingin jalan-jalan keliling kampung menggunakan motor bersama suaminya. "Saya hanya ingin muter-muter naik sepeda motor berduaan saja," pungkasnya singkat.

Foto : Pasangan suami istri (pasutri) yang hendak merayakan dan meramaikan pernikahannya Warnin (39) dan Tri Wulandari (22) menunjukkan motor hasil curiannya yang digunakan jalan-jalan hingga tertangkap Satuan Reskrim Polres Ponorogo, Selasa (28/10/2014). 

Sumber : Surya Online
Continue Reading

Kuli Bangunan Perkosa Tetangga Yang Masih Pelajar SMP

Jumat, 03 Oktober 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Babadan semakin memprihatinkan, belum lama terjadi kasus pemerkosaan di sebuah hotel di Ponorogo, kini seorang kuli bangunan, warga Desa Kanten Kecamatan Babadan Ponorogo, tega mencabuli dan memperkosa bocah siswi SMP tetangganya sendiri. Tak tanggung-tanggung, selama sebulan, perbuatan asusila itu dilakukan 5 kali, hingga korban trauma. Aksi bejat pelaku terhenti, setelah kepergok nenek korban dan kasus dilaporkan ke polisi. Pelaku pun ditangkap, dan kini ditahan. Aksi asusila ini dilakukan oleh K (40 tahun), warga Desa Kanten, Babadan, terhadap tetangganya sendiri. Perbuatan itu dilakukan, sejak tanggal 16 Agustus sampai 19 September 2014. Hasil penyidikan polisi, untuk melancarkan aksinya, pelaku merayu, memaksa dan mengancam korban. “Modusnya, korban yang masih bocah kelas 3 SMP, dirayu dan dipaksa melayani pelaku,” kata kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Hasran.

Awalnya, kasus ini tidak terungkap, karena korban takut bercerita, karena diancam oleh pelaku. Kasus terungkap, setelah aksi bejat pelaku kepergok nenek korban. Kasus akhirnya dilaporkan ke polisi. Korban divisum dan dimintai keterangan. Sejumlah saksi, tetangga, nenek dan guru korban, juga dimintai keterangan. Akhirnya, pelaku ditangkap dan dijebloskan tahanan. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan undang undang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara, maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 300 juta. Atas kejadian ini, polisi kembali menghimbau kepada orang tua, untuk mengawasi anak anaknya. “Jaga dan awasi, anak anak kita. Jangan sampai, anak anak yang harusnya dilindungi, justru menjadi korban,” kata Kasat Reskrim. Sekali lagi, jaga, awasi dan lindungi anak-anak perempuan Anda dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sumber Info
Continue Reading

Bayi Kembar Tiga Lahir Di Ponorogo

Rabu, 01 Oktober 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Seorang ibu muda melahirkan tiga bayi kembar, masing-masing berjenis laki-laki dan dua perempuan, dengan selamat melalui sebuah operasi "caesar" di Rumah Sakit Muhammadiyah, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (29/9) dini hari. "Memang telah dilakukan persalinan bayi kembar tiga dalam kondisi sehat, hanya saja berat badannya kurang. Berat bayi masing-masing dua kilogram melalui operasi caesar," kata Katmiatin, Kepala Ruang Anak RS Muhammadiyah, Ponorogo, Selasa. Ia menjelaskan, prosesi persalinan dari sang ibu yang diketahui bernama Rahma Fitria (31), berlangsung selama kurang lebih dua jam. Istri Suyanto (36), warga Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun itu masuk RS Muhammadiyah sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah melalui proses observasi oleh tim medis, dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar.
Menurut Katmiati, kondisi ibu bayi tidak memungkinkan untuk melakukan proses kelahiran secara normal, sehingga harus dilakukan operasi caesar. Berhasil, bayi pertama lahir dengan jenis kelamin laki-laki pada Senin, pukul 00.15 WIB, sedangkan yang kedua dan ketiga berjenis kelamin perempuan yang masing-masing lahir pada pukul 00.20 WIB dan 00.25 WIB. "Bayi itu harus selamat dan baik, jadi kami ekstra waspada supaya bayinya tetap selamat," jelasnya. Ketiga bayi kembar sempat mendapat perawatan intensif di ruang Perinatologi, RS Muhammadyah. Namun karena kondisi dan berat badan ketiga bayi kembar sudah cukup baik, pihak rumah sakit mengizinkan keluarga membawanya pulang beserta ibu bayi. "Sudah tiga hari bayi kembar tiga tersebut dirawat dan pada hari ini sudah kami izinkan pulang mengingat kata dokter kondisi sudah sangat baik," kata Katmiatin.
Sumber: (Antara Jatim)
Continue Reading

Hewan Mati Misterius Di Sawoo - Ponorogo

Jumat, 26 September 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Kejadian yang cukup misterius terjadi di Sawoo, puluhan hewan ternak milik warga Dusun Karangjati, Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Ponorogo ditemukan mati misterius dengan kondisi perut robek dan isinya terburai keluar, Jumat(26/09/2014). Diantara ternak yang mati secara misterius itu adalah milik Boyono warga Karangjati yang kedua domba miliknya mati dengan kondisi mengenaskan, bahkan salah satu hewan ternaknya tersebut dalam kondisi hamil. “Tadi malam mas kejadiannya, sebelumnya warga ada yang melihat binatang seperti anjing warna hitam, kemudian binatang tersebut lari, tapi setelah pagi tadi saya kekandang melihat dua kambing saya telah mati dengan luka diperut dan semua isinya keluar,” ucap Boyono, warga Karangjati, Grogol ditemui dikandangnya.

Dari keterangan beberapa warga sebelumnya telah sering terjadi hewan ternak miliknya mati dengan kondisi yang sangat mengenaskan, diperkirakan jumlahnya telah mencapai 27 ekor. Dari kondisi luka dan tidak adanya organ dalam dari hewan ternak yang hilang dimakan, warga menganggap bahwa binatang buas yang membunuh hewan ternak miliknya adalah bukan binatang biasa. “Jika melihat luka dan semua isi perut sekalipun keluar namun semua masih utuh, sepertinya binatang pemangsa itu bukan binatang biasa,”jelasnya. Tak hanya Boyono yang mengatakan binatang buas pembunuh hewan ternaknya tersebut adalah binatang biasa, karena ada warga lain yang juga sempat memergokinya. “Iya mas, semalam saya sempat memergoki binatang seperti anjing warna hitam, kemudian saya sorot pakai senter, namun tidak takut, malah seolah memelototi saya, akhirnya justru saya yang takut dan lari,” kata Darno, warga Dusun Karangjati lainnya.

Rupanya, kondisi seperti itu juga dialami beberapa warga Desa lain yang berada di Kecamatan Sawoo. Di antaranya, kemarin malam 5 ekor hewan ternak milik warga Desa Tugurejo dan 6 ekor kambing milik warga Desa Sawoo juga mengalami hal yang sama, yaitu terbunuh dengan kondisi yang mengenaskan. “Kemarin malam enam ekor kambing milik warga kami mati dengan luka di leher dan perut,”ucap Santoso, kepala Desa Sawoo, saat meninjau tanah longsor di Dusun Kleco, Jumat (26/09/2014) siang. Sumber Info
Continue Reading

Bumi Ponorogo Terbelah

Sabtu, 20 September 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Sedikitnya ada 30 rumah warga di Dukuh Kleco RT 06 RW 02, Desa/Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur terancam terkubur ke dalam tanah. Ini lantaran tanah di desa tersebut retak selebar 1 meter dengan kedalaman 10 meter. Kondisi ini membuat ratusan warga yang tinggal di kawasan pegunungan itu merasa ketakutan. Mereka khawatir tanah yang terbelah itu akan semakin melebar dan merobohkan rumah. Menurut keterangan warga, retakan tanah tersebut sepanjang 250 meter itu dari hari ke hari makin memanjang dan lebar. Selain itu akses jalan dari Desa Temon ke Desa Sawoo juga sudah putus sejak sepekan lalu. “Kalau sampai yang di atas runtuh, 1 RT kena semua. Ini kalo buminya masih bengkah (retak) lagi yang di bawah kena. Kami menunggu pemerintah apakah warga diungsikan atau tidak, setidaknya sebelum musim hujan sudah teratasi,” kata Kepala Desa Sawoo, Santoso, Jumat(19/09/2014).

Santoso mengungkapkan, pekan lalu, lebar retakan mencapai 50 sentimeter, namun kini kian melebar hingga 1 meter. “Sebelumnya panjang retakan 150 meter, tetapi sekaran panjangnya sudah menjadi 250 meter,” terangnya. Dikhawatirkan bila masalah ini tidak segera diatasi keselamatan penduduk terancam. “Ini bahaya, sebaiknya sebelum hujan sebaiknya sudah ada solusi gimana sebaiknya,” imbuh Santoso.
Foto : Tanah di Dukuh Kleco RT 06 RW 02, Desa/Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur terbelah sepanjang 250 meter. Retakan tanah selebar 1 meter tersebut memanjang dari bukit hingga ke perkampungan warga

Sumber : Lensa Indonesia
Continue Reading

Puncak HUT Ponorogo 518, Menampilkan 200 Dadak Merak

Selasa, 02 September 2014 | 1k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Perayaan hari jadi Ponorogo ke 518 ditandai dengan atraksi budaya kolosal yakni penampilan 200 dadak merak lebih di alun alun Ponorogo, Jumat 29 Agustus 2014. Seluruh kecamatan yang ada di Ponorogo mengirimkan delegasinya ditambah dengan SMK Pemkab dan Unmuh Ponorogo. Kecamatan Bungkal tercatat mengirim delegasi paling banyak yakni 20 dadak merak. Sejak pukul 14.00 penonton telah memadati area alun alun. Acara dimulai dengan tari Ampak Ampak Lodaya yang dibawakan oleh Ibu Ibu Bhayangkari Polres Ponorogo. Tarian ini tercatat meraih Juara dalam lomba tari di Tingkat Jawa TIMUR. Atraksi diteruskan dengan sendratari reyog yang mengisahkan perjuangan Prabu Klono Sewandono mengalahkan Singobarong. Acara ini mendapat perhatian dari ribuan warga masyarakat yang datang dari berbagai penjuru kota Ponorogo. Meski suasana cukup terik karena musim kemarau hal ini tak menyurutkan antuasiasme warga masyarakat, sebagian warga mengaku cukup senang namun menyayangkan durasi acara yang dirasa terlalu singkat.
Sumber info Setenpo

Continue Reading

Pesawat Malaysia Airlines MH-17 Ditembak Jatuh

Jumat, 18 Juli 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Kecelakaan - Hai sobat Gasud.com, hampir tengah malam ini tadi baru saja dapat info hangat bahwa pesawat milik maskapai asal Malaysia diduga jatuh karena ditembak oleh rudal pemberontak pro-Rusia di Ukraina pada Kamis waktu setempat. Jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 itu juga dipastikan menewaskan seluruh 295 penumpang dan awak, demikian ungkap pejabat Kementerian Dalam Negeri Ukraina. Seperti dikutip kantor berita Reuters , pemerintah Ukraina menyatakan bahwa jatuhnya pesawat Boeing 777 itu akibat tembakan "teroris" dengan rudal darat ke udara. Perdana Menteri Ukraina juga mengatakan bahwa jatuhnya pesawat yang membawa 280 penumpang dan 15 awak itu, yang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur, merupakan sebuah bencana. Para saksi mengatakan bahwa potongan pesawat dan mayat berjatuhan di desa Grabovo, yang terletak 40 km dari perbatasan Rusia-Ukraina. Dalam beberapa bulan terakhir tengah terjadi konflik antara Ukraina dengan milisi bersenjata pro-Rusia. Pesawat itu jatuh di dekat kota Donetsk, yang merupakan basis milisi pemberontak pro-Rusia, ungkap pejabat Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Anton Geraschenko, dalam akunnya di Facebook. Dia mengatakan pesawat itu "ditembak dengan rudal anti pesawat Buk oleh para teroris." Namun, kelompok milisi bersenjata setempat membantah bertanggungjawab atas jatuhnya pesawat. Sementara itu, pihak maskapai dan pemerintah Malaysia masih ingin memastikan lebih lanjut penyebab jatuhnya pesawat. Malaysia Airlines mengaku hilang kontak dengan pesawat bernomor penerbangan MH-17. Menurut pejabat Ukraina, seperti dikutip kantor berita Interfax, pesawat hilang dari pantauan radar pada ketinggian 10.000 meter (33.000 kaki). Sumber info Viva News
Continue Reading

Warga Polorejo Menjadi Korban Perempuan Cantik Berjilbab

Minggu, 29 Juni 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO - Tindak kejahatan di Ponorogo semakin meningkat, hal ini juga menjadi perhatian aparat kepolisian untuk lebih sigap dalam mengungkap kejahatan yang terjadi di Ponorogo. Nasib apes dialami Agus Suroso (36) warga Jl. Cempaka, Desa Polorejo, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek di lampu merah Terminal Seloaji Ponorogo ini harus kehilangan motornya. Motor Honda Beat warna putih bernopol AE 5549 TS yang biasa digunakan mengojek setiap hari tersebut dibawa kabur perempuan cantik berjilbab. Kini, korban masih terkapar di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Aisyiyah Dr. Sutomo Ponorogo karena masih tak sadarkan diri akibat pengaruh obat bius yang dilakukan penumpangnya. Awalnya, Kamis malam (26/6/2014) sekitar pukul 20.30 WIB, korban mendapat penumpang yang meminta diantar ke Desa Grogol, Kecamatan Sawoo. Perempuan cantik berjilbab yang diperkirakan berusia 40 tahun ini, meminta korban segera mengantar ke tujuannya. Usai terjadi tawar menawar harga dan menyepakati dengan ongkos Rp. 70.000, korban berangkat mengantar penumpangnya itu ke Sawoo. Sesampainya di tengah perjalanan perempuan yang minta diantar itu, mengeluh kalau pusing, masuk angin dan mengajak korban mencari warung makan. Sesampainya, di wilayah Kecamatan Siman, korban berhenti di sebuah warung. Perempuan itu langsung memesan mie rebus dan teh panas dua porsi. Saat itu, perempuan cantik berjilbab ini meminta korban mencari obat tolak angin jenis pil ke toko. "Saat makanan siap saya diminta membelikan obat tolak angin jenis pil ke toko. Setelah dapat pil tolak angin kami makan dan berangkat lagi ke Sawoo. Sesampai di tengah perjalanan mata saya rasanya ngantuk tak bisa ditahan, kepala pusing serta sempoyongan. Saya berhenti di timur perempatan Jetis istirahat karena badan sudah tidak kuat lagi," terang korban yang baru siuman dari pengaruh bius di IGD RSU Aisyiyah Dr. Soetomo Ponorogo kepada Media Online, Jumat (27/6/2014). Lebih jauh, korban menceritakan seusai merasa tidak kuat dan berhenti di perempatan Jetis, perempaun itu telepon kekasihnya menggunakan Hand Phone (HP) korban. Tak berselang lama, perempuan itu justru mengajak balik ke Kota Ponorogo. Alasannya, kekasih perempuan itu ada di Hotel Kencana Dewi. "Pelaku tahu saya sudah pusing. Pelaku meminta menyetir motor saya. Sesampainya di utara Perempatan Jabung, perempuan itu balik telepon lagi di atas jembatan. Usai telepon saya menanyakan HP saya. Perempuan ini menjawab kalau HP saya tertinggal di atas jembatan," imbuhnya. Oleh karenanya, korban meminta perempuan itu mengantar mengambil HP yang katanya tertinggal di Jembatan. Setelah turun dengan sempoyongan dan mata sudah seperti dilem tersebut, perempuan bersama kenalannya yang mengendari motor Honda Vario hitam meminta korban turun untuk mengambil HP. "Karena HP nggak ada saya minta diterangi dengan lampu motor. Saat itu perempuan berjilbab dan teman lelakinya kabur membawa motor saya. Karena lemas saya tidak berkutik," ucapnya. Disamping itu, Agus mengaku saat sempoyongan sendirian itu duduk di atas jembatan di selatan perempatan Jabung dan menunggu kendaraan yang melintas untuk ikut ke Kota Ponorogo. Tetapi semua kendaraan tidak mau berhenti ketika korban melambaikan tangan tanda menghentikan laju kendaraan yang melintas. "Untung teman ojek di dalam Terminal Ponorogo lewat dari mengantar penumpang. Saya ditolong teman itu dibawa pulang. Karena tak sadar saya dilarikan ke RSU Aisyiyah. Tetapi, motor saya hilang. Ciri perempuan berjilbab yang membawa kabur motornya itu cantik, berjilbab, kuku jari tangan panjang terawat, dan bahasanya seperti orang Ponorogo," ungkapnya. Sementara salah seorang perawat IGD RSU Aisyiyah Dr. Soetomo Ponorogo, Endro menegaskan jenis bius yang digunakan pembiusan untuk membius korban mirip narkotika. "Bius ini tidak memnbahayakan. Karena hanya mirip pengaruh narkotika. Orang yang terkena bius ini seperti orang mabuk miras," pungkasnya. Sebelumnya, pemilik warung di dekat RSUD Dr. Harjono, Ponorogo juga mengalami hal yang sama dengan tukang ojek ini. Kasus itu, baru sekitar 3 sampai 4 sebelum kasus ini. Modus pelaku perempuan berjilbab juga masih sama. Info Sumurkompanews.
Continue Reading

Warga Polorejo Kemalingan Mobil Pick Up

Jumat, 20 Juni 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Kawasan di sekitaran terminal memang wilayah yang rawan dari segi keamanan. Setelah beberapa saat lalu pencuri membawa lari motor warga di timur terminal Selo Aji Ponorogo, Kamis pagi 19/6/2014 sebuah mobil Pick Up Mitsubishi warna biru dengan nopol AE 9907 SD di bawa kabur pencuri. Mobil yang di curi adalah milik Saifudin Zuhri (35) warga jalan Cempaka, dusun Tamanan desa Polorejo Babadan Ponorogo. Lokasi kejadian kurang lebih 500 M barat perempatan lampu merah Terminal Selo Aji Selain mobil, pencuri juga membawa muatan mobil berupa ijuk (bahan sapu). Mobil tersebut sehari hari memang digunakan untuk berjualan sapu karena korban adalah perajin sapu ijuk. Menurut penuturan Syaikhu (27) keponakan korban, pencurian diperkirakan dilakukan sekitar jam 3-4 pagi karena jam 2.30 korban masih melihat mobilnya di garasi yang berada di samping rumah. Kejadian ini kemudian segera dilaporkan korban ke Polsek Babadan dan petugas melaksanakan olah TKP sekitar jam 07.00 Pagi. Info Setenpo
Continue Reading

Penemuan Mayat Mr. X Di Alon Alon Ponorogo

Minggu, 15 Juni 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Warga yang sedang melakukan olahraga pagi di seputaran Alun Alun Ponorogo mendadak gempar setelah ditemukan sesosok mayat tepat di samping timur panggung utama alun alun Ponorogo, Minggu pagi 15 Juni 2014 sekitar usai sholat subuh. Mayat Mr. X (belum dikenal) tersebut ditemukan dalam posisi terlentang dengan ciri- ciri jenis kelamin laki laki, usia sekitar 50an tahun. Menurut penuturan penjual kopi di dekat TKP, dirinya baru mengetahui di TKP ada penemuan mayat setelah warga berkerumun di lokasi. “Tidak ada warga sini yang mengenal korban” ucap penjual kopi tersebut. Jenazah kemudian di bawa ke RS Dr. Hardjono Ponorogo untuk menjalani proses lebih lanjut. Dan disekitaran panggung utama memang sering menjadi tempat istirahat para tunawisma. Info Setenpo
Continue Reading

Parah, Bocah Bocah SMP Konvoi Kelulusan - Ponorogo

| 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Sabtu isuk 14/6/2014 ono pemandangan unik neng ratan gede daerah kecamatan Jambon. Yen umume konvoi lulusan iku sing ngenekne cah SMA, la iki cah SMP ugo ngenekne konvoi lulusan. Koyo umume wong konvoi lulusan, bocah bocah SMP iku ugo numpak montor banter nganggo klambi sing dicoret coret nganggo cat pylox. Emane meneh, bocah bocah kui sebagian ora nganggo helm lan numpak montor banter dadi ngawatirake warga sing liwat utowo pengguna dalan liane. Mungkin wis teko wolak waliking jaman, mungkin mengko ono jamane bocah SD yo podo konvoi lulusan, utowo malah bocah bocah TK ugo ngenekake konvoi kelulusan. Info Setenpooo
Continue Reading

Ibu Hamil Dijambret, Uang 20 Juta Amblas

Kamis, 12 Juni 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Nasib sial dialami Heni Puji Astutik (30) warga Desa Cekok, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Perempuan yang tengah hamil ini, harus kehilangan uang 20 juta dari tabungan yang baru diambilnya lantaran dijabret di tengah perjalanan. Lenyapnya uang Rp 20 juta milik Heni terjadi saat baru mengambil tabungan dari Bank Mandiri di Jl. Urip Sumoharjo, Kota Ponorogo, Selasa (10/6/2014). Seusai dari kasir Bank Mandiri itu, uang 20 juta dimasukkan korban ke dalam tas. Selanjutnya, digantungkan di depan di bawah stang motornya. Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Misrun mengatakan sampai saat ini pelaku penjambretan masih dalam pengejaran petugas. Usai merampas tas berisi uang tunai 20 juta milik korban, pelaku kabur. "Korban masih kami mitai keterangan terkait ciri-ciri pelaku yang menjambretnya. Petugas masih mengejar pelaku. Semoga segera tertangkap," terangnya kepada Surya, Selasa (10/6/2014). Lebih jauh, mantan Kasat Narkoba Polres Madiun Kota ini menceritakan, awalnya korban berada di dalam Bank Mandiri. Saat itu korban mengambil uang tunai dari tabungannya. Pasca mengambil uang tersebut, korban keluar dari bank dengan mengendarai sepeda motor untuk balik ke rumahnya. Sampainya di tengah perjalanan, saat korban melintas di Jl. Madura Kelurahan Banyudono, Kecamatan Ponorogo atau berada di tikungan, terjadilah penjambretan itu yang berjarak sekitar 200 meter dari Polres Ponorogo itu. "Keluar dari bank, korban langsung menggantungkan tasnya di depan bawah stang motor. Sesampainya di tikungan antara Jl. Madura dan Jl. Urip Sumoharjo, tiba-tiba korban dipepet dua orang tak dikenal. Kami menduga korban sudah dibuntuti sejak dari depan Bank Mandiri. Seketika itu korban langsung berteriak jambret, tetapi pelaku yang menggunakan motor matic kabur," imbuhnya. Sementara korban penjambretan, Ny. Heni Puji Astutik mengaku saat kejadian dirinya hendak pulang ke rumah setelah mengambil uang dari Bank Mandiri. Tak tahunya tas miliknya diserobot dan diambil 2 orang pengendara motor matic itu. "Tas saya diserobot orang yang memepet saya. Uang dalam tas dibawa kabur beserta tasnya. Saya hendak mengejar tetapi perut saya tidak enak buat naik motor kencang. Akhirnya saya lemas dan langsung lapor polisi," pungkasnyaa. Info Sumurkompanews
Continue Reading
 
Support : Creating Website | Poetra Ogros | Aswaja Fm | Master Web
Copyright © 2011. Bukan Gagal Maksud - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Poetra