Latest Post :

About

Tampilkan posting dengan label PONOROGO. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label PONOROGO. Tampilkan semua posting

Mafia Sholawat Ponorogo Peduli Sosial

Rabu, 09 April 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Selamat malam para sobat Gasud.com yang memberikan  info Bukan Gagal Maksud, tentunya sobat sekalian sudah tidak asing lagi dengan yang namanya "MAFIA SHOLAWAT" Manunggaling Fikiran Lan Ati Ing Dalem Sholawat. Setelah sukses berdeklarasi pertama kali di Ponorogo beberapa bulan lalu, menyusul juga deklarasi di kota kota tetangga seperti Wonogiri, Karanganyar, dan sebentar lagi menyusul juga Pacitan , Madiun. Semoga kedepan Mafia Sholawat juga bisa semakin berkembang dan bisa membuat NKRI ini ikut bersholawat. Visi dan Misi Mafia sholawat pada dasarna adalah penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia ang akhir akhir ini terkikis oleh oknum oknum ang tidak bertanggung jawab karena kurangnya wawasan tentang NKRI. Dilain sisi Mafia Sholawat juga bertujuan untuk menguatkan serta memperahankan budaya Nahdlatul Ulama' salah satunya yaitu "Bersholawat" yang selama ini kegiatan Sholawatan tersebut dianggap Bid'ah dan Haram oleh sebagian kelompok Islam yang juga mengaku Ahli Sunnah Wal jama'ah.
Mafia Sholawat ini memiliki Guru Besar yaitu KH. Mohammad Ali Shodiqin dari Semarang Jawa Tengah selaku pengasuh Pondok Pesantren Roudlotun Ni'mah Semarang dan dikepalai oleh beliau H. Sugeng H yang selama ini juga aktif dikepengurusan salah satu Badan Otonom NU (Himpunan Pengusaha Muda Nahdlatul Ulama' Cabang Ponorogo) . Kegiatan rutin Mafia Sholawat Ponorogo adalah Sholawatan, Manaqiban, Diba'an, berlatih tari Sufi dan lain sebagainya, tak ketinggalan pula para anggota Mafia Sholawat juga sering mengadakan kegiatan sosial antara lain ikut membantu korban bencana meletusnya Gunung Kelud beberapa waktu lalu, kerja bakti pembangunan Pondok Pesantren "SOBOGUNO" dengan memberikan sumbangan empat ribu lebih genteng utnuk pembangunan Pondok Pesantren tersebut, yang betempat di tengah kota Ponorogo. Kegiatan ini di koordinir oleh Kang Ali Nurdin atau lebih akrab disapa Kang Mohan dan Kang Wahid.

Alhamdulillah dengan adanya Mafia Sholawat di Ponorogo ini bisa mempersatukan kawula muda (khususnya) bahkan sekarang nyaris tidak pernah ada lagi perselisihan ataupun tawuran antar organisasi Pencak Silat di Ponorogo. Doktrin yang diberikan beliau KH. Ali Shodiqin atau sering dipanggil Gus Ali Gondrong ini kepada kawula muda adalah pentingnya saling menghormati satu sama lain, menghargai perbedaan, dan yang tak kalah penting lagi adalah Persatuan NKRI. Perbedaan itu adalah suatu kenikmatan, perbedaan itu bukanlah suatu masalah, dan justru yang menjadi masalah itu adalah apabila kita membeda bedakan. Kita semua adalah satu Nusa & Bangsa, satu Negara, satu tanah air yaitu Indonesia ang mempunyai tugas pokok menjaga keutuhan NKRI.
Continue Reading

Tewas Ditabrak Pemuda Mabuk - Jetis Ponorogo

| 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO - Jemiran (55) warga Dusun Bogoran, Desa Kutu Kulon, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo tewas mengenaskan, Senin (7/4/2014) malam. Pria yang hendak pulang usai menikmati secangkir kopi di warung kopi di Jl. Raya Jetis - Bungkal, Desa/Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo ini ditabrak motor pemuda mabuk berat. Akibatnya, korban terpental dari motornya hingga mengalami pendarahan hebat di kaki dan kepalanya. Pendarahan hebat itu, menyebabkan korban tewas dilokasi kejadian. Awalnya, malam itu korban hendak pulang ke rumah. Saat masih di depan warung kopi, korban menyalakan motornya Honda Supra bernopol AE 3817 TY. Baru berjalan sekitar 150 meter dari warung motor korban yang melaju dari arah Bungkal (selatan) menuju Jetis (utara) ditabrak motor Yamaha Vega bernopol AE 3592 SS yang dikendarai pemuda dalam kondisi mabuk berat. Bahkan saat dibawa ke rumah sakit terdekat, pengendara motor Yamaha Vega ini tak mengenali identitas dirinya dan tak membawa identitas sama sekali. Selain itu, saat ditanya soal kecelakaan itu, pemuda mabuk berat karena pengaruh alkohol ini hanya bicara ngelantur. Salah seorang saksi, Faisal (37) mengatakan jika korban baru melajukan motornya dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam. Akan tetapi, dari arah utara ada motor pemabuk yang oleng hingga masuk ke lajur kanan dan menabrak motor korban hingga korban tewas di lokasi kejadian. Sedangkan usai menabrak motor korban, motor pemuda pemabuk itu lompat dan terbang hingga 100 meter dari lokasi awal tabrakan itu. "Pak Jemiran baru menyalakan motornya. Baru melaju beberapa meter dari depan warung kopi ditabrak motor pemuda pemabuk itu hingga motor pemabuk terpelanting," terangnya kepada Media, Senin (7/4) malam. Seorang petugas Polsek Jetis mendapatkan laporan kecelakaan itu, langsung ke lokasi kejadian. Menurutnya, korban tewas akan dikirim ke kamar mayat RSUD Dr. Harjono, Kabupaten Ponorogo dan korban selamat dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. Harjono untuk mendapatkan perawatan tim medis. "Dari mulut pengendara Yamaha Vega tercium bekas bau alkohol. Sepertinya habis pesta miras. Bicaranya masih ngelantur. Bahkan saat ditanya dokter rumah sakit, pemuda mabuk ini malah menanyakan kenapa dirinya dibawa ke rumah sakit kalau hanya karena persoalan mabuk. Makanya, identitasnya belum jelas karena tak ada identitas pengendara motor Yamaha Vega dan ditanya namanya masih tak mau menjawab," ungkapnya. Sementara Kanit Laka Polres Ponorogo, Ipda Meseri menegaskan berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi di lokasi kejadian, kecelakaan disebabkan aksi ugal-ugalan pemuda mabuk itu. "Penabrak motor korban tewas tak bisa mengendalikan laju motornya karena dugaannya mabuk berat itu. Identitasnya juga belum kami kantongi karena belum bisa dimintai keterangan akibat pengaruh alkohol. Ngakunya pemuda itu hanya warga Bungkal saja," pungkasnya.
Continue Reading

Toko Alat Musik Telaga Mas Dibobol Maling

Jumat, 28 Maret 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Kawanan pencuri yang diduga lebih dari dua orang berhasil membobol toko peralatan musik yang ada di JL. Sultan Agung Nomor 85, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Ponorogo, Kamis (27/3/2014). Kawanan pencuri masuk ke dalam toko peralatan musik itu, dengan cara memotong dua gembok pintu depan toko itu. Kini, toko peralatan musik Telaga Emas itu, mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta sampai Rp 60 juta. Kawanan pencuri berhasil membawa kabur puluhan peralatan musik yang harganya mulai Rp 1 juta sampai Rp 4 juta. Berdasarkan datanya, kasus pencurian di JL. Sultan Agung ini, bukan kali pertama. Akan tetapi, sudah terjadi 3 kali. Sebelum pembobolan toko peralatan musik itu, toko komputer dibobol kawanan pencuri. Dilanjutkan, pembobolan toko komputer Griya Laptop dengan kerugian antara puluhan sampai ratusan juta. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kasus pencurian itu bukan dilakukan seorang pencuri. Akan tetapi, dipastikan lebih dari dua orang. Selain itu, pencuri menggunakan mobil bukan menggunakan motor. Ini menyusul, barang-barang curian itu tergolong cukup banyak dan dalam jumlah besar. Disamping itu, para pelaku juga merupakan kawanan pencuri spesialis peralatan musik karena cara memotong dua gembok menggunakan peralatan khusus yakni gunting baja. Aksi pencurian itu, diketahui saat toko peralatan musik itu hendak dibuka dan memulai usaha perdagangannya itu. Nyonya Nurhidayah (63) saksi yang rumahnya berdekatan dengan toko peralatan musik Telaga Emas ini mengatakan sekitar pukul 03.00 WIB, saat dirinya menjalankan sholat tahajud mendengar ada suara gelodak seperti barang jatuh serta suara pintu bergeser. Saat itu, perempuan ini hanya melongok ke pintu rumahnya. Karena masih utuh, maka saksi tidak curiga terhadap toko peralatan musik Telaga Emas di depannya. Saksi baru sadar, saat pulang dari sholat subuh sekitar pukul 05.00 WIB. "Sepulang salat subuh saat hendak jalan-jalan ternyata dua gembok toko sudah tidak ada dan toko terbuka pintunya. Makanya langsung saya laporkan warga. Apalagi, pemilik toko Aji Prabowo tidak tidur di dalam toko itu," terangnya kepada Media Online, Kamis (27/3/2014). Sementara salah seorang karyawan toko peralatan musik Telaga Emas, Udin (23) mengaku kaget toko milik majikannya dibobol kawanan pencuri. Menurut Udin, barang-barang yang digondol kawanan pencuri tersebut tergolong barang- barang mahal dan berat. Diantaranya 11 unit keyboard seharga Rp 3 juta sampai Rp 4 juta per unit, Gitar Vikson sebanyak 3 unit dengan harga Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per unit, Mix dan Wireless 1 unit seharga Rp 9 juta sampai Rp 10 juta serta 6 unit mix seharga Rp 500.000 sampai Rp 1 juta. "Kami yakin pencurinya membawa mobil. Kalau membawa motor nggak bisa. Pelakunya juga lebih dari seorang," pungkasnya. (SETENPO)
Continue Reading

Infop Budaya Ponorogo

Rabu, 26 Maret 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Info Budaya Ponorogo, Silahkan Share bagi yang tidak keberatan.
Sedulur…. bagi anda yang ingin menyaksikan pentas budaya tradisional, Hadirilah ! Gelar Budaya Parade Reyog Ponorogo (akan dimeriahkan Parade Puluhan Dadak Merak ) besuk pada :

Hari/Tanggal : Kamis, 27 Maret 2014
Waktu : Pukul 13.00WIB ( Jam 01.00 Sore )
Tempat : Perempatan Utara SDN 1 Gelang Kulon Desa Gelang Kulon Kecamatan Sampung

dilanjutkan

Wayang Kulit Semalam suntuk dengan Dalang KH Anom Suroto
Waktu: Jam 21.00 WIB
Tempat : Gelang Kulon ( Utara Balai desa Gelang Kulon).
Salam Budaya.

Rute: Dari Sumoroto lurus ke barat kurang lebih 6 KM sampai Pertigaan Glinggang,belok arah utara,lalu ke barat sampai Desa Gelang Kulon

Copas Setenpo
Continue Reading

Wejangan - Ojo Dumeh

| 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Wejangan pagi ini yaitu :

Aja Dumeh (Jangan Mentang Mentang, Jangan Sombong)

Seluruh kesulitan manusia jika ditilik lahir karena sifat dumeh (mentang mentang dan sombong)

Aja dumeh sugih tumindake lali karo sing ringkih ( jangan mentang –mentang kaya lalu tingkah perbuatanya tidak mengingat kepada yang lemah ekonominya)

Aja dumeh ayu lan gagah tumindake sarwa gegabah (jangan mentang -mentang cantik dan gagah lalu tindakanya serba gegabah )

Aja Dumeh Kuwasa, Tumindake daksura lan daksia marang sapada-pada, ( janganlah mentang -mentang sedang berkuasa, segala tindak-tanduknya pongah dan congkak serta sewenang -wenang terhadap sesamanya).

Aja dumeh pinter tumindake keblinger ( janganlah mentang- mentang diakui pintar lalu kebijaksanaanya menyimpang dari aturan yang seharusnya).

Selamat pagi sedulur Gasud.com dimanapun berada, selamat pagi dan selamat beraktifitas. Cerahnya cuaca Ponorogo pagi ini semoga secerah hati kita. Awali hari dengan doa, mari bekerja keras demi masa depan yang lebih baik.

Copas Setenpo (Semua Tentang Ponorogo)
Continue Reading

Sambutan Pedas Saat Kunjungan SBY Ke Ponorogo

Selasa, 18 Maret 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO - Kunjungan dan kedatangan orang nomor satu di negeri ini, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta Ibu Negara, Ani Yudhoyono ke Ponorogo disambut aksi demo puluhan mahasiswa, Selasa (18/3/2014). Aksi mahasiswa yang tergabung dalam PMII dan HMI Cabang Ponorogo bersamaan dengan datangnya rombongan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono di Ponorogo. Ratusan aktivis PMII dan HMI ini menggelar aksi demo untuk menyambut kedatangan Presiden RI karena tidak setuju dengan pejabat pemerintah berkampanye untuk partai politik, meski diperbolehkan berdasarkan undang-undang. Kampanye Perdana Partai Demokrat di Ponorogo tersebut dilakukan dengan kunjungan dan menyapa melalui kelompok UMKM dan di rumah perajin gamelan Desa Paju, Kecamatan Ponorogo. Dalam acara tersebut, SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Edhie Bhaskoro, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan sejumlah menteri lainnya. Presiden melihat langsung proses pembuatan gamelan tradisional. Aksi demo puluhan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar aksi jalan kaki di seputaran Pasar Songgolangit, Ponorogo. Massa menyatakan kegiatan SBY menjadi Jurkam tidak beretika meski diperbolehkan undang-undang. "Tidak hanya SBY, tapi semua pejabat pemerintah mulai gubernur, menteri, bupati hingga walikota seharusnya tidak menjadi Juru Kampanye (Jurkam) . Kami menolak siapapun penjabat pemerintah menjadi jurkam. Meski diperbolehkan undang-undang kegiatan itu tidak beretika, tidak menunjukkan sikap kenegarawanan, " ucap koordinator aksi, Syah Muhammad saat ditemui media online. Selain itu, Muhammad menungkapkan pejabat negara tidak boleh memihak salah satu golongan. Akan tetapi, harus berpihak kepada seluruh rakyat. "Sebagai negarawan, tetap harus mengedepankan kepentingan semua pihak bukan parpol atau golongan, " paparnya . Sementara sembari meneriakkan kritikan terhadap pejabat negara atau pemerintah yang menjadi Jurkam puluhan mahasiswa ini membentangkan spanduk sambil berjalan mengitari patung Adipura di depan Pasar Songgolangit, Ponorogo. Spanduk itu bertuliskan kritikan pedas terhadap keluarga Cikeas.
Continue Reading

Salah Satu Mahasiswa Perguruan Tinggi Ponorogo Tertangkap Mencuri Emas

Senin, 17 Maret 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO - Andre Prasetyo Utomo(24) mahasiswa Fisip semester VIII sebuah perguruan tinggi di Ponorogo, terpaksa berurusan dengan polisi karena terbukti mencuri perhiasan emas 21 gram atau senilai Rp 10 juta lebih, milik pasutri Rohmaful (52) dan Priharti (47) warga Jl. Yos Sudarso, Kelurahan Brotonegaran, Kecamatan Ponorogo. Tersangka Andre Prasetyo Utomo mengaku, mencuri dari rumah tetangganya itu, yang juga menjabat Sekretaris Kelurahan Paju Kecamatan Ponorogo saat rumah korban kosong karena ditinggal bekerja pemiliknya. "Saya langsung masuk rumah setelah mencongkel jendela samping. Saat di kamar korban, saya mengambil perhiasan itu yang disimpan di lemari yang tidak terkunci," ujar pelaku kepada Media Online, Senin (17/3/2014). Rohmaful yang kaget ketika tahu perhiasannya dicuri, langsung menghubungi beberapa pedagang jual beli emas untuk memberitahukan kalau ada orang menjual perhiasan miliknya, termasuk menunjukkan surat pembelian perhiasan dari toko emas."Tidak lama, seorang penjual emas memberi kabar ada pemuda hendak menjual gelang tanpa surat. Penjual itu pergi, setelah ditanya surat perhiasannya. Namun pedagang itu sempat mencatat nopol kendaraan yang dipakai pelaku. Dari situlah, polisi berhasil membekuk pelaku," ujarnya.Kapolsek Ponorogo Kota, AKP Tulus Hariyadi mengaku usai mendapatkan informasi dari korban, pihaknya melacak nopol kendaraan itu dan ternyata milik mahasiswa semester akhir. "Asalnya pelaku berkelit,tetapi akhirnya ia pasrah. Pelaku kami jerat pasal 363KUHP tentang Pencurian dengan ancaman 5 tahunpenjara," pungkasnya.
Continue Reading

Pria Suren Ponorogo Tewas Minum Insektisida

Rabu, 12 Maret 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO - Warga Desa Suren Kecamatan Mlarak Ponorogo, hari Senin (10/3) siang, gempar. Seorang pria tewas di depan SDN 2 Suren. Diduga ada masalah keluarga, pelaku nekat menenggak racun serangga, kemudian mengendarai motor dan jatuh di selokan, hingga tewas. Aksi tak terpuji ini dilakukan Harianto, warga Desa Suren. Ia diduga bunuh diri, menenggak racun serangga. Warga di lokasi kejadian menyebutkan, Harianto mengendarai motor dari arah Mlarak ke arah Pulung. Di lokasi kejadian, motor melaju dengan kecepatan tinggi, hingga oleng dan tak bisa dikendalikan. Motor terus oleng ke kanan, menabrak pohon di pinggir jalan dan baru terhenti setelah masuk parit. Harianto langsung tewas di lokasi kejadian. Saat dievakuasi, diketahui dari mulutnya mengeluarkan busa dan berbau seperti insektisida, obat-obatan pertanian. “Mungkin sengaja minum obat pertanian itu, terus naik motor jatuh,” kata Saiful, salah satu warga ditemui media di lokasi kejadian. Diduga, aksi itu dilakukan karena ada masalah keluarga. Hubungan Harianto dengan Nurul istrinya, sedang tidak harmonis. Polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Apakah tewas karena kecelakaan atau bunuh diri. Polisi juga masih akan mendalami jenis racun yang dikonsumsi. “Belum tahu, jenis racunnya apa. masih menunggu hasil visum,” kata Ipda Marsono, Wakapolsek Mlarak. Jenasah dibawa ke RSUD Harjono divisum. Polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus ini, apakah murni kecelakaan atau bunuh diri. Sejumlah saksi di lokasi kejadian, istri dan keluarganya masih dimintai keterangan. Sumber: reog.tv
Continue Reading

PARAH, PELAJAR PONOROGO PESTA MIRAS & SEKS DIGEREBEK WARGA

Minggu, 09 Maret 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO - Puluhan warga menggerebeg rumah kosong di Jl. MT Haryono, Kelurahan Jingglong, Kecamatan/ Kabupaten Ponorogo, Sabtu (8/3/2014) siang, karena berlangsung pesta miras dan seks dua pasang pelajar SMP dan SMK swasta di Ponorogo. Keempat pelaku diantaranya TW (17) warga Jl. Raya Desa Kesugihan, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, RAP (16) warga Jl. Uler Kambang, Kelurahan Tambakbayan, Kecamatan Ponorogo, keduanya pelajar SMK swasta di Ponorogo. Sedangkan pelaku prianya adalah YDP (16) warga Jl. Wibisono, Kota Ponorogo, pelajar SMP Swasta di Ponorogo serta RLN (17) warga Jl. MT Haryono, Kelurahan Jingglong, Kecamatan Ponorogo, pemilik rumah. Tiga remaja masih diperiksa penyidik Satuan Reskrim Polres Ponorogo, sedang seorang pelajar lainnya yang masih mengenakan seragam pramuka, masih dalam kondisi pingsan, diduga karena kebanyakan miras dan kecapekan usai disetubuhi pasangan lelakinya. Aksi penggerebekan itu bermula atas kecurigaan warga adanya gerak gerik ketiga pelajar yang masih berseragam pramuka (dua cewek dan satu cowok) serta seorang remaja yang sudah tidak sekolah di rumah yang tak dihuni. Apalagi, sebelumnya warga sudah pernah menggerebeg pasangan pelajar ditempat yang sama, akan tetapi tidak sempat berlanjut ke kantor polisi. Namun kali ini warga berhasil membawa ke polisi karena salah satu cewek dalam kondisitmabuk berat dan pingsan. Selain itu, pakaian dalam berupa BH siswi yang masih berseragam pramuka tersebut berada di atas meja dan pakainya acak-acakan. "Kami menduga pelajar yang masih menggunakan pakaian pramuka ini habis disetubuhi pasangan prianya, "terang Ari (45), warga setempat kepada media, Sabtu (8/3/2014). Selain itu, Ari mengungkapkan, kecurigaan warga makin mantap saat mengetahui tiga pelajar dan satu remaja tersebut kerap keluar masuk rumah kosong itu sejak pagi. Ketika disanggong warga, para pelajar yang masuk rumah kosong itu tidak keluar-keluar. Selain itu, kerap terdengar suara berisik dan celometan karena pengaruh miras. "Saat penggerebekan, dua pasangan pelajar yang masih berseragam sekolah dan pramuka itu dalam kondisi mabuk berat. Satu siswi masih pingsan karena mabuk berat dan kecapekan diduga usai disetubuhi pasangan lelakinya,"pungkasnya.
Continue Reading

Aneh, Siswi SLTA Terdaftar Dan Lolos Tes CPNS K2 Ponorogo

Senin, 03 Maret 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO - Pengumuman hasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil bagi 207 pegawai honorer K2 di Ponorogo, Jawa Timur, semakin menimbulkan permasalahan. Setelah didera isu suap jutaan rupiah, kini muncul masalah baru dengan lolosnya seorang K2 yang saat mendaftar tes masih berstatus siswi SMAN 1 Ponorogo. "Ini sungguh aneh. Seingat saya, dia (OP) baru lulus kuliah. Pada tahun 2005, yakni batas akhir angkatan honorer K2 yang boleh ikut tes CPNS, dia masih pelajar SMA Negeri 1 Ponorogo," kata seorang PNS kepada Surya Online, Rabu (26/2/2014). Lebih jauh, sumber itu menjelaskan peserta nomer urut 18x, atas nama OP dengan nomor peserta 6524-41-004-xx-x, sebenranya belum lama menjadi tenaga honorer. Namun, anehnya, ia sudah tercatat sebagai tenaga honorer di UPTD Sukorejo sejak 2005 lalu. "Apa karena ayahnya kepala UPTD, jadi bisa seperti itu," tanyanya. Berdasar buku induk SMAN 1 Ponorogo, OP dinyatakan lulus pada 30 Juni 2005. Sedangkan pendaftaran terakhir tenaga honorer K2, pada 3 Januari 2005. "Kami tidak tahu urusannya di luar sekolah. Yang jelas, yang bersangkutan tahun itu memang tercatat sebagai siswi sekolah ini," ungkap pegawai tata usaha sekolah itu. Berarti, saat pendaftaran terakhir tenaga honorer K2, OP masih berstatus siswi SMAN 1 Ponorogo. Bahkan, saat itu wanita kelahiran 1 Oktober 1986 itu masih bersiap mengikuti Ujian Nasional (Unas) yang diselenggarakan 5 April 2005. Dengan begitu, OP sudah tercatat sebagai honorer K2 ketika dirinya masih menyandang status pelajar.
Continue Reading

TKI Asal Ponorogo Tewas Di Thailand

| 1k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Zulham Ashori (28), tenaga kerja Indonesia asal Ponorogo, Jawa Timur, dikabarkan tewas secara mengenaskan di Thailand. Zulham, dikabarkan tewas karena terjatuh dari lantai II apartemen tempat tinggalnya, sepulang bekerja dari pabrik elektronik. Kabar tersebut, kontan membuat kedua orang tuanya, Sugiyanto (57) dan Markamah (48), warga Jl Sekar Taman, RT 02, RW 02, Kelurahan Tonatan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo dirundung duka. Mereka semapt tak percaya saat mendapatkan kabar duka itu. Sebab, korban sempat pulang ke kampung halamannya pada Tahun Baru 2014. "Kami juga masih sempat berkomunikasi melalui ponsel, beberapa hari sebelum dia dikabarkan meningga, yakni Rabu (26/2/2014) malam itu," kata Sugiyanto, Minggu (2/3/3014).

Apalagi, kata dia, yang memberikan kabar sang anak meninggal kali pertama kepada kedua orangtua korban adalah teman korban di Thailand. Menurut rekan zulham kepada Sugiyanto, anaknya hendak mengambil kunci apartemen tetapi terpeleset. Seketika itu, korban terjatuh dari lantai II apartemen. Korban mengalami luka serius di bagian kepala belakang. "Saat dibawa ke rumah sakit Thailand, nyawa anak saya tak tergolong dan tak bisa diselamatkan," terang Sugiyanto kepada Surya, Minggu (2/3/2014). Kabar itulah yang membuat keluarga korban ini panik dan makin histeris setelah kepastian kematian anak sulung dari 4 bersaudara itu dinyatakan benar-benar meninggal dunia. Namun, karena menunggu persoalan administrasi, maka jenazah baru bisa diterbangkan ke Surabaya, Minggu (2/3/2014).
Continue Reading

BMI Hongkong Asal Ponorogo Dipotong Jarinya Oleh Majikan

Kamis, 27 Februari 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Satu lagi nasib miris tenaga kerja Indonesia di Hong Kong. Jari Anis Andriani, TKW asal Ponorogo, dipotong majikannya. Penyebabnya hanya karena Anis tak mengerti ucapan si majikan. Informasi dari web Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong menyebut Anis Andriani, BMI asal Ponorogo, lahir pada 7 Juli 1988. Masuk ke Hong Kong 17 Februari 2014. PT yang memberangkatkan Bumi Mas Katong Bersari Ponorogo dan disalurkan oleh agen Sun Light di Nort Point. Anis masuk ke rumah majikan tanggal 19 Februari 2014. Paspor dan kontrak kerja Anis dibawa agen. Pekerjaan Anis dalam kontrak kerja adalah menjaga orang tua. Namun ternyata setelah sampai di rumah majikan tidak ada orang tua di sana. Pekerjaan Anis bersih-bersih rumah, memasak, belanja dan menjaga anjing. Di rumah itu ada Nyonya dan anak perempuan kelas 3 SMA. Gaji Anis HK$ 4.010 atau setara Rp 6 juta. Namun dipotong agen potongan agen sebesar HK$ 2543 selama 6 bulan. Sehingga tiap bulan Anis hanya mendapat Rp 2,2 juta. Agen bilang ke Anis bahwa kerja 4 bulan pertama tidak boleh libur dan sama sekali tidak diberi tahu tentang hak-hak apa saja sebagai pekerja migran rumah tangga di Hong Kong.

Tidur jam 1 malam kadang jam 1.30 malam dan bangun tidur jam 6 pagi. Senin 24 Februari 2014, jam 10 pagi di dalam rumah, anjing majikan menggonggong. Anis mencoba mengusir dengan sapu lantai, namun anjing itu semakin kencang menggongong. Saat itu di rumah hanya ada Anis dan Nyonya. Nyonya bangun lalu bicara terus tapi Anis tidak paham. Pemahaman Anis soal bahasa masih minim karena baru beberapa hari di Hong Kong. Majikan menarik tangan kiri Anis menuju ke dapur. Majikan Anis mengambil pisau di laci Di dapur ada telenan yang baru dibersihkan. Tangan Anis ditaruh di telenan dan Anis mencoba menarik tangannya tapi terlambat. Jari manis Anis terpotong dan darah pun mengalir deras. "Setelah memotong jari saya, majikan pergi ke kamar dan saya bungkus pakai handuk lap. Saya tidak berani menangis. Kira-kira 5 menit majikan keluar rumah. Saya masih bekerja dan semua telenan dan pisau serta darah saya bersihkan dan saya guyur tangan saya pakai air kran," tutur Anis menceritakan kasusnya.

Sebenarnya majikan mau memotong semua jari, karena Anis mencoba menarik jarinya, yang terpotong hanya satu dan belum putus seluruhnya. Tapi kemudian menurut suster yang merawat, otot jari Anis sudah sudah putus. "Saya takut karena darah terus keluar. Lewat jendela dapur, saya minta tolong sama tetangga yang kebetulan sesama BMI. Saya minta tolong, saya tunjukan tangan saya, dia tanya kenapa, saya jawab kalau ini ulah majikan. "Teman itu menyarankan Anis untuk menelepon agen. Saya lalu telpon ke agen, tapi agen menyuruh saya tetap bertahan di rumah," tuturnya. Tidak lama kemudian ada petugas keamanan datang ke rumah dan minta untuk dibukakan pintu. Yang datang petugas rumah sakit dan sekuriti. Jumlahnya 3 orang, setelah itu Anis dibawa ke rumah sakit Queen Mary, Pok Fu Lam, Hong Kong.
Continue Reading

Pencuri Tas Guru Dihajar Massa - Plalangan Jenangan

Rabu, 05 Februari 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com-Ponorogo, Suasana pagi di sekitar MI Plalangan Jenangan menjadi gempar dengan hiruk pikuk warga yang mengejar pencuri. Beberapa ratus meter dari lokasi pencurian, pencuri yang sedang apes tersebut terkejar dan langsung menjadi bulan bulanan warga. Kejadian ini berawal Rabu pagi 5 Februari 2014 sekitar jam 09.00 pagi. 2 orang yang mengaku menawarkan barang dengan gelagat mencurigakan masuk ke kantor MI Plalangan Jenangan. Salah satu guru bernama Siti Rohmatin yang curiga lalu mengechek dan melihat tasnya hilang. Melihat aksinya ketahuan, pencuri langsung kabur namun 2 orang guru lainya dengan sigap mengejar. “Tadi itu ada 2 orang masuk ke kantor MI Plalangan, lalu ada guru yang curiga dan mengecek ternyata tas nya tidak ada. Guru lain langsung mengejar dan berhasil menangkap malingnya,1 orang tertangkap 1 lainnya kabur dan ini masih dalam pengejaran. Identitas pencuri masih belum jelas mas, orangnya dibawa ke RS setelah dihajar warga” ucap Imam warga setempat. Kini petugas kepolisian sedang melakukan pengejaran 1 orang pelaku lain yang kabur ke arah sungai dan persawahan.
Continue Reading

Kecelakaan Kijang VS Bus Restu

Selasa, 07 Januari 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO-Kecelakaan maut terjadi di Jl Raya Ponorogo - Madiun, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Senin (6/1/2014) malam. Kecelakaan melibatkan mobil kijang dan PO Bus Restu ini, diduga karena sopir mobil kijang dengan Nopol AE 1730 E dalam kondisi mabuk akibat menenggak minuman keras. Akibat kejadian ini, sejumlah penumpang bus jurusan Ponorogo - Surabaya ini panik. Selain itu, juga menyebabkan mobil kijang masuk sawah dan ringsek di bagian depannya. Kecelakaan bermula saat mobil kijang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Madiun (utara) menuju Ponorogo (selatan). Saat itu mencoba mendahului sepeda motor yang berada didepannya. Diduga karena
tak dapat mengendalikan kemudinya, sopir mobil membanting stir ke arah kanan. Ketika mobil kijang dari arah utara melaju kencang, dari arah berlawanan ada sebuah bus bernopol N 7753 UG juga melaju dengan
kecepatan tinggi dari Terminal Seloaji, Kabupaten Ponorogo dengan membawa 23 penumpang itu. "Kecelakaan pun tak bisa dihindatkan karena sama-sama melaju kencang," tersang saksi, Mulyono (44) di lokasi kejadian kepada media, Senin (6/1/2014). Selain itu, Mulyono mengungkapkan diduga penyebab terjadinya kecelakaan lantaran sopir mobil kijang tersebut dalam kondisi mabuk berat akibat minuman keras
yang dikonsumsinya. "Kami temukan botol minuman keras di dalam mobil. Usai kejadian sopir kijang mala kabur saat hendak dievakuasi warga," ungkapnya. Dalam kecelakaan ini, sejumlah petugas Satuan Lantas Polres
Ponorogo masih berada di lokasi untuk mengurai arus lalu lintas dan mengevakuasi para korban dan bangkai bus serta mobil. "Kecelakaan karena mobil kijang yang masuk sawah tiba-tiba oleng ke kanan," ucap salah seorang penumpang bus Restu, Widodo. Sementara sopir Bus, Suyanto memastikan jika meski terjadi abarakan keras tak ada penumpang yang mengalami luka-luka serius. Usai tabrakan semua penumpang bus dialihkan ke bus berikutnya. "Tak ada korban, tetapi karena kami harus berurusan dengan polisi penumpang dioper ke bus lainnya. Sebelum tabrakan kami sudah berusaha menghindar," ucapnya. Sementara Kanit Laka Polres Ponorogo, Ipda Meseri menegaskan kasus kecelakaan itu ditangani tim penyidik Laka Lantas Polres Ponorogo. "Identitas pengemudi mobil belum diketahui karena melarikan diri. Petugas masih memburu sopir kijang itu dan melaksanakan olah TKP di lokasi kejadian," pungkasnya.
Continue Reading

Gasmi Ponorogo Peringati haul Gus Maksum Dan Menggelar Gelanggang bebas

Jumat, 27 Desember 2013 | 1k o m e n t a r

Gasud.com, Polorejo - Ponorogo. Dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar anggota organisasi Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia (GASMI) Lirboyo Cabang Ponorogo menggelar serangkaian acara Haul Almaghfirulloh KH. Agus Maksum Jauhari Serangkaian acara tersebut terbagi atas tiga kegiatan yakni latihan bersama, Haul untuk mengenang jasa Almaghfirulloh KH. Agus Maksum Jauhari sebagai guru besar GASMI dan ditutup dengan gelanggang bebas (Pencak Dor), pada tanggal 22 Desember 2013 kemarin, bertempat dihalaman Masjid "Ibrahim Al Ghozali" dukuh Bedi desa Polorejo kec. Babadan Ponorogo. “ Acara ini digelar bertepatan dengan tanggal wafatnya Gus Maksum.“ jelas Muh. Furqon Fardiansyah selaku Ketua Panitia yang jga menjabat sebagai Ketua GASMI Lirboyo Ranting Polorejo Babadan Ponorogo. Kegiatan ini juga telah mengundang Ketua GASMI pusat (Gus Bidin), ketua dan pengurus NU Cabang Ponorogo, jajaran Polsek Babadan dan para tokoh masyarakat yang bernaung didalam NU, Perangkat Desa Polorejo, MWC NU Babadan, dan Pengurus NU ranting Polorejo serta seluruh anggota GASMI Lirboyo Ponorogo.

Menurut Ikhwan Hadi selaku Ketua DPC. GASMI Lirboyo Ponorogo. Pencak silat GASMI Lirboyo merupakan sebuah organisasi yang bernaung dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Ke depan diharapkan mampu mencetak karakter para warga NU untuk menjadi manusia yang bertakwa, sehat, kuat berprilku luhur dan berjiwa kasatria sesuai dengan pedoman Ahlulsunah Wal Jama’ah. “GASMI Lirboyo juga siap mencetak sebuah perestasi dalam olah raga beladiri.” ungkapnya.

Sebuah prestasi yang cemerlang telah diraih oleh siswa/siswi GASMI Lirboyo Ponorogo. Terbukti bahwa dalam kejuaraan pencak silat Kapolres Cup yang digelar di GOR Singodimejo Ponorogo kemarin, GASMI Lirboyo Ponorogo sebagai perwakilan dari PSNU Pagar Nusa telah dinaubatkan sebagai juara umum III. Hal tersebut menunjukan bahwa GASMI Lirboyo telah mampu membawa generasi muda NU dalam sebuah prestasi melalui pencak silat, terang Purwito, Zaenal, Iman Widodo  dan Muhajir selaku Dewan Pelatih GASMI Lirboyo Ponorogo. GASMI Lirboyo siap membentuk siwa siswi yang duduk dalam lembaga pendidikan termasuk Pondok Pesantren yang bernaung dibawah yayasan NU untuk menciptakan generasi NU yang tangguh dan  berprestasi. “Kami berharap agar generasi NU yang ada di lembaga pendidikan dan Pondok Pesantren dibawah naungan NU, juga bisa meraih sebuah prestasi melalui GASMI Lirboyo Ponorogo.” harap Purwito, Zaenal, Iman Widodo dan Muhajir.
Continue Reading

Penemuan Kerangka Perempuan Di Sawoo " Ponorogo"

Rabu, 27 November 2013 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO-Penemuan kerangka manusia yang diduga sebagai kerangka manusia perempuan membuat gempar warga Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Selasa (26/11/2013). Penemuan kerangka manusia di dasar jurang Slorok, RPH Blondrang ini ditemukan salah seorang warga, yakni Yahyo (45) yang hendak mengolah lahan hutan itu menjadi ladang jagung dan ketela. Diduga, kerangka manusia berserakan itu tewas akibat kelaparan. Selain itu, diduga merupakan kerangka tulang perempuan lantaran seluruh pakaian korban masih tampak lengkap berserakan di kanan dan kiri tulang belulang yang berserakan itu. Awalnya, saksi mengetahui ada anjing yang melintas di dekatnya dengan menggigit tulang. Saat dibentak saksi, anjing itu langsung memuntahkan (melepas) tulang belulang yang digondolnya itu. Mengetahui ada tulang itu, saksi mengamatinya hingga meyakini jika tulang itu merupakan tulang manusia. "Saya yakin itu tulang manusia. Makanya, saya melihat kanan dan kiri serta di bawah jurang yang memiliki ketinggian sekitar 15 meter tersebut, justru menemukan banyak tulang berserakan. Tempurung kepala korban masih utuh. Selanjutnya, saya lari turun melapor ke Kamituwo untuk dilaporkan ke polisi. Karena masih ada baju, ikat pinggang perempuan, dan sewek korban," terangnya kepada media, Selasa (26/11/2013). Selain itu, Kamituwo Ngindeng, Murkam menjelaskan jika saat ini petugas jajaran Polsek Sawoo dan Polres Ponorogo sedang menuju lokasi penemuan kerangka manusia itu. Hal ini setelah mendapatkan laporan resmi dari pihak desa. "Jajaran petugas Polsek Sawoo dan Polres Ponorogo masih mengevakuasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di balik bukit ditemukannya kerangka manusia itu," ungkapnya. Sementara, Kepala Resort Pemangku Hutan (RPH) Bondrang, Sugeng Wiyani di lokasi kejadian menegaskan jika lokasi penemuan kerangka manusia itu berada di dasar jurang berkedalaman 15 meter. Menurutnya, kerangka manusia yang berserakan di lokasi penemuan itu, karena sudah dimakan binatang hutan. Sedangkan lokasi penemuannya ada di area Petak 104 RPH Bondrang. "Memang lokasinya berada di lahan Perhutani di petak 104 RPH Bondrang. Karena lokasi penemuan kerangka manusia itu di situ, maka saya teringat awal bulan puasa (Juni 2013) lalu ada orang Desa Kemuning, Kecamatan Sambit yang mengaku kehilangan anggota keluarganya. Tetapi coba nanti dilihat apa benar itu kerangka warga Desa Kemuning atau bukan? Kan ada bekas baju korban," pungkasnya.
Continue Reading

Suami Menyimpan Mayat Istri Selama 7 Hari - Jetis, Ponorogo

| 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO - Seorang suami di Jetis, Ponorogo, menyimpan jenasah istrinya yang sudah meninggal selama 7 hari, hingga mengeluarkan bau busuk. Diduga aksi nekat ini dilakukan karena sang suami tak rela istrinya meninggal. Penyimpanan jenasah terungkap, setelah warga sekitar rumah, mencium bau busuk menyengat. Warga Desa Wonokerto Kecamatan Jetis, Ponorogo, hari Selasa (26/11) siang, gempar. Sebab, Parlo, warga setempat, kedapatan menyimpan jenasah Siti Mariam, istrinya yang sudah meninggal di dalam rumahnya, sekitar 7 hari. Hingga tubuh korban melepuh dan mengeluarkan bau busuk menyengat. Aksi nekat sang suami ini baru terungkap, setelah Sari, yang rumahnya persis di depan rumah korban, mencium bau busuk. "Saya lihat dari kaca jendela, sama sambong (perangkat desa-red), ternyata sudah meninggal," katanya di lokasi kejadian. Saat itu, bau busuk menyengat keluar dari tubuh korban, dan kondisinya sudah melepuh. Tetangga korban berani melihat karena Parlo tidak ada di rumah, ia sedang pergi ke pasar. Temuan ini dilaporkan ke Polsek Jetis dan Polres Ponorogo. Polisi yang datang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan berencana mengevakuasi korban untuk dibawa ke rumah sakit. Namun rencana tersebut ditolak oleh Parlo, yang baru datang dari pasar. Sebab menurutnya, istrinya belum mati. "Masih, wong tadi juga saya suapi," tukas Parlo kepada petugas. Dengan dibantu warga lain perangkat desa, Parlo yang emosi, berhasil ditenangkan. Jasat istrinya berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi. Korban sebelumnya mengidap penyakit diabet parah. Karena tak ada biaya, korban dibiarkan tergeletak tanpa perawatan di lantai rumahnya. Warga sekitar tidak ada yang tahu aktivitas pasangan suami istri yang tidak memiliki anak ini.Saat korban meninggalpun, semua tidak ada yang tahu. Kini kasus ini ditangani petugas Polres Ponorogo.
Continue Reading

Dzikir Bersama - Forum Komunikasi Pencak Silat Dan Beladiri Ponorogo

Kamis, 14 November 2013 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Setelah sukses menggelar Deklarasi Perdamaian pencak Silat dan beladiri se-Ponorogo beberapa bulan lalu yang bertempat di Stadion bhatoro katong Ponorogo, maka Polres Ponorogo akan menggelar Dzikir Akbar yang bertempat di Alon Alon Ponorogo besuk pada 15 november 2013. Acara zdikir Akbar ini akan di ikuti oleh anggota Forum Komunikasi Pencak Silat Dan Beladiri Ponorogo dari berbagai organisasi pencak silat dan beladiri yang ada di Ponorogo. Dalam acara ini juga akan akan dihadiri oleh Ustadz Arifin dari ibukota Jakarta.
Dan setelah mengeelar acara tersebut, Polres Ponorogo juga akan menggelar Kapolres Cup yang akan diselenggarakan mulai 29 November - 1 Desember 2013. Semoga rangkaian acara ini berlangsung aman tertib dan damai, tidak ada kerusuhan lagi di bumi Reyog Ponorogo ini. Untuk info lebih lanjut tentang Kapolres Cup, sobat gasud silahkan menunggu kabar berikutnya dari gasud.com ini.
Continue Reading

Ngeloni Pacar Disiang Bolong, Di Gerebek Warga - Ponorogo

Kamis, 07 November 2013 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Sambilawang, Bungkal, Ponorogo - Adi (17) yg lagi asik mengeloni pacarnya yang masih dibwah umur disiang hari akhirnya digerebeg warga. :D . Perbuatan mesum tersebut dilakukan dirumah Adi atau lebih tepatnya dikamar Adi pada 5 November 2013 sekitar pukul 11.00 . Saat itu Adi yg lg dirumah sndirian,tiba2 pacarnya datang dan langsung msuk kamar adi, otomatis Adi pun dengan sigap dan penuh semangat ikutan masuk kamar lalu menguncinya dari dalam. Lagi asyik asyiknya bercumbu, eh eh tiba2 pintu kamar didobrak warga? Akirnya mreka pun diboyong ke Polres Ponorogo. Meskipun hubungan intim tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka,tapi orang tua pihak perempuan tidak terima atas ulah Adi yang mencabuli putrinya yang masih dibawah umur. Untuk itu Adi dijerat dengan pasal 81 Undang Undang nomor 23 tahun 2000 tentang PPA. Mujiono (warga Sambilawang) juga menjelaskan kalau mereka sering bertemu dan hampir setiap hari, meskipun lain desa, karena yang perempuan juga punya motor untuk datang.
Continue Reading

Vonis Terhadap Yossi Pembunuh Frista Fransiska

Jumat, 01 November 2013 | 3k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ponorogo, Jawa Timur, Kamis 31 Oktober 2013, menjatuhkan vonis lima tahun penjara dan denda sebesar Rp100 juta kepada David Yossi Ramandha (17), terdakwa pembunuh Frista Fransiska (17), siswi SMKN 1 Ponorogo. Dalam putusan yang dibacakan majelis hakim diketuai Daru Swastika Rini, David Yossi Ramandha dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 80 ayat 3 Undang-undang nomor 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak. Majelis hakim menganulir dua pasal lain yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum secara alternatif, yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. "Dalam kasus ini, Undang-Undang Perlindungan Anak merupakan 'lex specialis derogat legi generalis'. Undang-undang nomor 23 tahun 2003 lebih khusus mengatur soal ini," terang Daru Swastika memberi alasan.

Hukuman yang dijatuhkan kepada David Yossi Ramandha lebih rendah dari tuntutan JPU yang mencapai 12 tahun kurungan penjara. Dalam sidang ini juga terungkap bahwa perbuatan David Yossi Ramandha tidak direncanakan. Sebab tindakan David Yossi Ramandha membawa pisau dan mengacungkan pisau ke leher Frista adalah untuk menakut-nakuti dan bukan dimaksudkan untuk membunuh. Meski dalam kejadian tersebut tidak ada saksi, namun dari fakta di persidangan dan hasil penyidikan hal ini bisa dibuktikan oleh hakim. Dalam kronologi yang dipaparkan hakim, diketahui bahwa perbuatan David Yossi Ramandha bermula dari permintaan Frista kepada David Yossi Ramandha untuk bertanggung jawab atas kehamilan Frista yang telah mencapai enam bulan. Salah satu solusi jahat yang disepakati mereka berdua adalah dengan mencari cara untuk menggugurkan kandungan. Cara ini dipilih Frista sebab ia masih ingin melanjutkan sekolah.

Usai mendengarkan vonis, David Yossi Ramandha melalui kuasa hukumnya menyatakan menerima vonis hakim, namun pihak JPU menyatakan pikir-pikir dan akan menyampaikan sikap atas putusan tersebut setelah berkonsultasi dengan Kejari Ponorogo dan Kejati Jatim. Sementara ibunda David Yossi Ramandha, Yuli, menyatakan menerima vonis hakim. Soal denda Rp100 juta terhadap David Yossi Ramandha, Yuli mengatakan masih akan merundingkannya dengan keluarga. Dalam kesempatan tersebut ia juga sempat menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Frista atas apa yang telah dilakukan David Yossi Ramandha terhadap siswi yang pernah menjuarai Olimpiade Nasional Bahasa Inggris tahun 2012 tersebut. Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi para remaja untuk membatasi pergaulan agar tidak terjerumus melakukan hal hal yang merugikan diri sendiri, keluarga dan orang lain.
Continue Reading
 
Support : Creating Website | Poetra Ogros | Aswaja Fm | Master Web
Copyright © 2011. Bukan Gagal Maksud - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Poetra