Latest Post :

About

Tampilkan posting dengan label PONOROGO. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label PONOROGO. Tampilkan semua posting

Kuli Bangunan Perkosa Tetangga Yang Masih Pelajar SMP

Jumat, 03 Oktober 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Babadan semakin memprihatinkan, belum lama terjadi kasus pemerkosaan di sebuah hotel di Ponorogo, kini seorang kuli bangunan, warga Desa Kanten Kecamatan Babadan Ponorogo, tega mencabuli dan memperkosa bocah siswi SMP tetangganya sendiri. Tak tanggung-tanggung, selama sebulan, perbuatan asusila itu dilakukan 5 kali, hingga korban trauma. Aksi bejat pelaku terhenti, setelah kepergok nenek korban dan kasus dilaporkan ke polisi. Pelaku pun ditangkap, dan kini ditahan. Aksi asusila ini dilakukan oleh K (40 tahun), warga Desa Kanten, Babadan, terhadap tetangganya sendiri. Perbuatan itu dilakukan, sejak tanggal 16 Agustus sampai 19 September 2014. Hasil penyidikan polisi, untuk melancarkan aksinya, pelaku merayu, memaksa dan mengancam korban. “Modusnya, korban yang masih bocah kelas 3 SMP, dirayu dan dipaksa melayani pelaku,” kata kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Hasran.

Awalnya, kasus ini tidak terungkap, karena korban takut bercerita, karena diancam oleh pelaku. Kasus terungkap, setelah aksi bejat pelaku kepergok nenek korban. Kasus akhirnya dilaporkan ke polisi. Korban divisum dan dimintai keterangan. Sejumlah saksi, tetangga, nenek dan guru korban, juga dimintai keterangan. Akhirnya, pelaku ditangkap dan dijebloskan tahanan. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan undang undang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara, maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 300 juta. Atas kejadian ini, polisi kembali menghimbau kepada orang tua, untuk mengawasi anak anaknya. “Jaga dan awasi, anak anak kita. Jangan sampai, anak anak yang harusnya dilindungi, justru menjadi korban,” kata Kasat Reskrim. Sekali lagi, jaga, awasi dan lindungi anak-anak perempuan Anda dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sumber Info
Continue Reading

Bayi Kembar Tiga Lahir Di Ponorogo

Rabu, 01 Oktober 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Seorang ibu muda melahirkan tiga bayi kembar, masing-masing berjenis laki-laki dan dua perempuan, dengan selamat melalui sebuah operasi "caesar" di Rumah Sakit Muhammadiyah, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (29/9) dini hari. "Memang telah dilakukan persalinan bayi kembar tiga dalam kondisi sehat, hanya saja berat badannya kurang. Berat bayi masing-masing dua kilogram melalui operasi caesar," kata Katmiatin, Kepala Ruang Anak RS Muhammadiyah, Ponorogo, Selasa. Ia menjelaskan, prosesi persalinan dari sang ibu yang diketahui bernama Rahma Fitria (31), berlangsung selama kurang lebih dua jam. Istri Suyanto (36), warga Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun itu masuk RS Muhammadiyah sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah melalui proses observasi oleh tim medis, dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar.
Menurut Katmiati, kondisi ibu bayi tidak memungkinkan untuk melakukan proses kelahiran secara normal, sehingga harus dilakukan operasi caesar. Berhasil, bayi pertama lahir dengan jenis kelamin laki-laki pada Senin, pukul 00.15 WIB, sedangkan yang kedua dan ketiga berjenis kelamin perempuan yang masing-masing lahir pada pukul 00.20 WIB dan 00.25 WIB. "Bayi itu harus selamat dan baik, jadi kami ekstra waspada supaya bayinya tetap selamat," jelasnya. Ketiga bayi kembar sempat mendapat perawatan intensif di ruang Perinatologi, RS Muhammadyah. Namun karena kondisi dan berat badan ketiga bayi kembar sudah cukup baik, pihak rumah sakit mengizinkan keluarga membawanya pulang beserta ibu bayi. "Sudah tiga hari bayi kembar tiga tersebut dirawat dan pada hari ini sudah kami izinkan pulang mengingat kata dokter kondisi sudah sangat baik," kata Katmiatin.
Sumber: (Antara Jatim)
Continue Reading

Hewan Mati Misterius Di Sawoo - Ponorogo

Jumat, 26 September 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Kejadian yang cukup misterius terjadi di Sawoo, puluhan hewan ternak milik warga Dusun Karangjati, Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Ponorogo ditemukan mati misterius dengan kondisi perut robek dan isinya terburai keluar, Jumat(26/09/2014). Diantara ternak yang mati secara misterius itu adalah milik Boyono warga Karangjati yang kedua domba miliknya mati dengan kondisi mengenaskan, bahkan salah satu hewan ternaknya tersebut dalam kondisi hamil. “Tadi malam mas kejadiannya, sebelumnya warga ada yang melihat binatang seperti anjing warna hitam, kemudian binatang tersebut lari, tapi setelah pagi tadi saya kekandang melihat dua kambing saya telah mati dengan luka diperut dan semua isinya keluar,” ucap Boyono, warga Karangjati, Grogol ditemui dikandangnya.

Dari keterangan beberapa warga sebelumnya telah sering terjadi hewan ternak miliknya mati dengan kondisi yang sangat mengenaskan, diperkirakan jumlahnya telah mencapai 27 ekor. Dari kondisi luka dan tidak adanya organ dalam dari hewan ternak yang hilang dimakan, warga menganggap bahwa binatang buas yang membunuh hewan ternak miliknya adalah bukan binatang biasa. “Jika melihat luka dan semua isi perut sekalipun keluar namun semua masih utuh, sepertinya binatang pemangsa itu bukan binatang biasa,”jelasnya. Tak hanya Boyono yang mengatakan binatang buas pembunuh hewan ternaknya tersebut adalah binatang biasa, karena ada warga lain yang juga sempat memergokinya. “Iya mas, semalam saya sempat memergoki binatang seperti anjing warna hitam, kemudian saya sorot pakai senter, namun tidak takut, malah seolah memelototi saya, akhirnya justru saya yang takut dan lari,” kata Darno, warga Dusun Karangjati lainnya.

Rupanya, kondisi seperti itu juga dialami beberapa warga Desa lain yang berada di Kecamatan Sawoo. Di antaranya, kemarin malam 5 ekor hewan ternak milik warga Desa Tugurejo dan 6 ekor kambing milik warga Desa Sawoo juga mengalami hal yang sama, yaitu terbunuh dengan kondisi yang mengenaskan. “Kemarin malam enam ekor kambing milik warga kami mati dengan luka di leher dan perut,”ucap Santoso, kepala Desa Sawoo, saat meninjau tanah longsor di Dusun Kleco, Jumat (26/09/2014) siang. Sumber Info
Continue Reading

Bumi Ponorogo Terbelah

Sabtu, 20 September 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Sedikitnya ada 30 rumah warga di Dukuh Kleco RT 06 RW 02, Desa/Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur terancam terkubur ke dalam tanah. Ini lantaran tanah di desa tersebut retak selebar 1 meter dengan kedalaman 10 meter. Kondisi ini membuat ratusan warga yang tinggal di kawasan pegunungan itu merasa ketakutan. Mereka khawatir tanah yang terbelah itu akan semakin melebar dan merobohkan rumah. Menurut keterangan warga, retakan tanah tersebut sepanjang 250 meter itu dari hari ke hari makin memanjang dan lebar. Selain itu akses jalan dari Desa Temon ke Desa Sawoo juga sudah putus sejak sepekan lalu. “Kalau sampai yang di atas runtuh, 1 RT kena semua. Ini kalo buminya masih bengkah (retak) lagi yang di bawah kena. Kami menunggu pemerintah apakah warga diungsikan atau tidak, setidaknya sebelum musim hujan sudah teratasi,” kata Kepala Desa Sawoo, Santoso, Jumat(19/09/2014).

Santoso mengungkapkan, pekan lalu, lebar retakan mencapai 50 sentimeter, namun kini kian melebar hingga 1 meter. “Sebelumnya panjang retakan 150 meter, tetapi sekaran panjangnya sudah menjadi 250 meter,” terangnya. Dikhawatirkan bila masalah ini tidak segera diatasi keselamatan penduduk terancam. “Ini bahaya, sebaiknya sebelum hujan sebaiknya sudah ada solusi gimana sebaiknya,” imbuh Santoso.
Foto : Tanah di Dukuh Kleco RT 06 RW 02, Desa/Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur terbelah sepanjang 250 meter. Retakan tanah selebar 1 meter tersebut memanjang dari bukit hingga ke perkampungan warga

Sumber : Lensa Indonesia
Continue Reading

Puncak HUT Ponorogo 518, Menampilkan 200 Dadak Merak

Selasa, 02 September 2014 | 1k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Perayaan hari jadi Ponorogo ke 518 ditandai dengan atraksi budaya kolosal yakni penampilan 200 dadak merak lebih di alun alun Ponorogo, Jumat 29 Agustus 2014. Seluruh kecamatan yang ada di Ponorogo mengirimkan delegasinya ditambah dengan SMK Pemkab dan Unmuh Ponorogo. Kecamatan Bungkal tercatat mengirim delegasi paling banyak yakni 20 dadak merak. Sejak pukul 14.00 penonton telah memadati area alun alun. Acara dimulai dengan tari Ampak Ampak Lodaya yang dibawakan oleh Ibu Ibu Bhayangkari Polres Ponorogo. Tarian ini tercatat meraih Juara dalam lomba tari di Tingkat Jawa TIMUR. Atraksi diteruskan dengan sendratari reyog yang mengisahkan perjuangan Prabu Klono Sewandono mengalahkan Singobarong. Acara ini mendapat perhatian dari ribuan warga masyarakat yang datang dari berbagai penjuru kota Ponorogo. Meski suasana cukup terik karena musim kemarau hal ini tak menyurutkan antuasiasme warga masyarakat, sebagian warga mengaku cukup senang namun menyayangkan durasi acara yang dirasa terlalu singkat.
Sumber info Setenpo

Continue Reading

Pesawat Malaysia Airlines MH-17 Ditembak Jatuh

Jumat, 18 Juli 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Kecelakaan - Hai sobat Gasud.com, hampir tengah malam ini tadi baru saja dapat info hangat bahwa pesawat milik maskapai asal Malaysia diduga jatuh karena ditembak oleh rudal pemberontak pro-Rusia di Ukraina pada Kamis waktu setempat. Jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 itu juga dipastikan menewaskan seluruh 295 penumpang dan awak, demikian ungkap pejabat Kementerian Dalam Negeri Ukraina. Seperti dikutip kantor berita Reuters , pemerintah Ukraina menyatakan bahwa jatuhnya pesawat Boeing 777 itu akibat tembakan "teroris" dengan rudal darat ke udara. Perdana Menteri Ukraina juga mengatakan bahwa jatuhnya pesawat yang membawa 280 penumpang dan 15 awak itu, yang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur, merupakan sebuah bencana. Para saksi mengatakan bahwa potongan pesawat dan mayat berjatuhan di desa Grabovo, yang terletak 40 km dari perbatasan Rusia-Ukraina. Dalam beberapa bulan terakhir tengah terjadi konflik antara Ukraina dengan milisi bersenjata pro-Rusia. Pesawat itu jatuh di dekat kota Donetsk, yang merupakan basis milisi pemberontak pro-Rusia, ungkap pejabat Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Anton Geraschenko, dalam akunnya di Facebook. Dia mengatakan pesawat itu "ditembak dengan rudal anti pesawat Buk oleh para teroris." Namun, kelompok milisi bersenjata setempat membantah bertanggungjawab atas jatuhnya pesawat. Sementara itu, pihak maskapai dan pemerintah Malaysia masih ingin memastikan lebih lanjut penyebab jatuhnya pesawat. Malaysia Airlines mengaku hilang kontak dengan pesawat bernomor penerbangan MH-17. Menurut pejabat Ukraina, seperti dikutip kantor berita Interfax, pesawat hilang dari pantauan radar pada ketinggian 10.000 meter (33.000 kaki). Sumber info Viva News
Continue Reading

Warga Polorejo Menjadi Korban Perempuan Cantik Berjilbab

Minggu, 29 Juni 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO - Tindak kejahatan di Ponorogo semakin meningkat, hal ini juga menjadi perhatian aparat kepolisian untuk lebih sigap dalam mengungkap kejahatan yang terjadi di Ponorogo. Nasib apes dialami Agus Suroso (36) warga Jl. Cempaka, Desa Polorejo, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek di lampu merah Terminal Seloaji Ponorogo ini harus kehilangan motornya. Motor Honda Beat warna putih bernopol AE 5549 TS yang biasa digunakan mengojek setiap hari tersebut dibawa kabur perempuan cantik berjilbab. Kini, korban masih terkapar di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Aisyiyah Dr. Sutomo Ponorogo karena masih tak sadarkan diri akibat pengaruh obat bius yang dilakukan penumpangnya. Awalnya, Kamis malam (26/6/2014) sekitar pukul 20.30 WIB, korban mendapat penumpang yang meminta diantar ke Desa Grogol, Kecamatan Sawoo. Perempuan cantik berjilbab yang diperkirakan berusia 40 tahun ini, meminta korban segera mengantar ke tujuannya. Usai terjadi tawar menawar harga dan menyepakati dengan ongkos Rp. 70.000, korban berangkat mengantar penumpangnya itu ke Sawoo. Sesampainya di tengah perjalanan perempuan yang minta diantar itu, mengeluh kalau pusing, masuk angin dan mengajak korban mencari warung makan. Sesampainya, di wilayah Kecamatan Siman, korban berhenti di sebuah warung. Perempuan itu langsung memesan mie rebus dan teh panas dua porsi. Saat itu, perempuan cantik berjilbab ini meminta korban mencari obat tolak angin jenis pil ke toko. "Saat makanan siap saya diminta membelikan obat tolak angin jenis pil ke toko. Setelah dapat pil tolak angin kami makan dan berangkat lagi ke Sawoo. Sesampai di tengah perjalanan mata saya rasanya ngantuk tak bisa ditahan, kepala pusing serta sempoyongan. Saya berhenti di timur perempatan Jetis istirahat karena badan sudah tidak kuat lagi," terang korban yang baru siuman dari pengaruh bius di IGD RSU Aisyiyah Dr. Soetomo Ponorogo kepada Media Online, Jumat (27/6/2014). Lebih jauh, korban menceritakan seusai merasa tidak kuat dan berhenti di perempatan Jetis, perempaun itu telepon kekasihnya menggunakan Hand Phone (HP) korban. Tak berselang lama, perempuan itu justru mengajak balik ke Kota Ponorogo. Alasannya, kekasih perempuan itu ada di Hotel Kencana Dewi. "Pelaku tahu saya sudah pusing. Pelaku meminta menyetir motor saya. Sesampainya di utara Perempatan Jabung, perempuan itu balik telepon lagi di atas jembatan. Usai telepon saya menanyakan HP saya. Perempuan ini menjawab kalau HP saya tertinggal di atas jembatan," imbuhnya. Oleh karenanya, korban meminta perempuan itu mengantar mengambil HP yang katanya tertinggal di Jembatan. Setelah turun dengan sempoyongan dan mata sudah seperti dilem tersebut, perempuan bersama kenalannya yang mengendari motor Honda Vario hitam meminta korban turun untuk mengambil HP. "Karena HP nggak ada saya minta diterangi dengan lampu motor. Saat itu perempuan berjilbab dan teman lelakinya kabur membawa motor saya. Karena lemas saya tidak berkutik," ucapnya. Disamping itu, Agus mengaku saat sempoyongan sendirian itu duduk di atas jembatan di selatan perempatan Jabung dan menunggu kendaraan yang melintas untuk ikut ke Kota Ponorogo. Tetapi semua kendaraan tidak mau berhenti ketika korban melambaikan tangan tanda menghentikan laju kendaraan yang melintas. "Untung teman ojek di dalam Terminal Ponorogo lewat dari mengantar penumpang. Saya ditolong teman itu dibawa pulang. Karena tak sadar saya dilarikan ke RSU Aisyiyah. Tetapi, motor saya hilang. Ciri perempuan berjilbab yang membawa kabur motornya itu cantik, berjilbab, kuku jari tangan panjang terawat, dan bahasanya seperti orang Ponorogo," ungkapnya. Sementara salah seorang perawat IGD RSU Aisyiyah Dr. Soetomo Ponorogo, Endro menegaskan jenis bius yang digunakan pembiusan untuk membius korban mirip narkotika. "Bius ini tidak memnbahayakan. Karena hanya mirip pengaruh narkotika. Orang yang terkena bius ini seperti orang mabuk miras," pungkasnya. Sebelumnya, pemilik warung di dekat RSUD Dr. Harjono, Ponorogo juga mengalami hal yang sama dengan tukang ojek ini. Kasus itu, baru sekitar 3 sampai 4 sebelum kasus ini. Modus pelaku perempuan berjilbab juga masih sama. Info Sumurkompanews.
Continue Reading

Warga Polorejo Kemalingan Mobil Pick Up

Jumat, 20 Juni 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Kawasan di sekitaran terminal memang wilayah yang rawan dari segi keamanan. Setelah beberapa saat lalu pencuri membawa lari motor warga di timur terminal Selo Aji Ponorogo, Kamis pagi 19/6/2014 sebuah mobil Pick Up Mitsubishi warna biru dengan nopol AE 9907 SD di bawa kabur pencuri. Mobil yang di curi adalah milik Saifudin Zuhri (35) warga jalan Cempaka, dusun Tamanan desa Polorejo Babadan Ponorogo. Lokasi kejadian kurang lebih 500 M barat perempatan lampu merah Terminal Selo Aji Selain mobil, pencuri juga membawa muatan mobil berupa ijuk (bahan sapu). Mobil tersebut sehari hari memang digunakan untuk berjualan sapu karena korban adalah perajin sapu ijuk. Menurut penuturan Syaikhu (27) keponakan korban, pencurian diperkirakan dilakukan sekitar jam 3-4 pagi karena jam 2.30 korban masih melihat mobilnya di garasi yang berada di samping rumah. Kejadian ini kemudian segera dilaporkan korban ke Polsek Babadan dan petugas melaksanakan olah TKP sekitar jam 07.00 Pagi. Info Setenpo
Continue Reading

Penemuan Mayat Mr. X Di Alon Alon Ponorogo

Minggu, 15 Juni 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Warga yang sedang melakukan olahraga pagi di seputaran Alun Alun Ponorogo mendadak gempar setelah ditemukan sesosok mayat tepat di samping timur panggung utama alun alun Ponorogo, Minggu pagi 15 Juni 2014 sekitar usai sholat subuh. Mayat Mr. X (belum dikenal) tersebut ditemukan dalam posisi terlentang dengan ciri- ciri jenis kelamin laki laki, usia sekitar 50an tahun. Menurut penuturan penjual kopi di dekat TKP, dirinya baru mengetahui di TKP ada penemuan mayat setelah warga berkerumun di lokasi. “Tidak ada warga sini yang mengenal korban” ucap penjual kopi tersebut. Jenazah kemudian di bawa ke RS Dr. Hardjono Ponorogo untuk menjalani proses lebih lanjut. Dan disekitaran panggung utama memang sering menjadi tempat istirahat para tunawisma. Info Setenpo
Continue Reading

Parah, Bocah Bocah SMP Konvoi Kelulusan - Ponorogo

| 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Sabtu isuk 14/6/2014 ono pemandangan unik neng ratan gede daerah kecamatan Jambon. Yen umume konvoi lulusan iku sing ngenekne cah SMA, la iki cah SMP ugo ngenekne konvoi lulusan. Koyo umume wong konvoi lulusan, bocah bocah SMP iku ugo numpak montor banter nganggo klambi sing dicoret coret nganggo cat pylox. Emane meneh, bocah bocah kui sebagian ora nganggo helm lan numpak montor banter dadi ngawatirake warga sing liwat utowo pengguna dalan liane. Mungkin wis teko wolak waliking jaman, mungkin mengko ono jamane bocah SD yo podo konvoi lulusan, utowo malah bocah bocah TK ugo ngenekake konvoi kelulusan. Info Setenpooo
Continue Reading

Ibu Hamil Dijambret, Uang 20 Juta Amblas

Kamis, 12 Juni 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Nasib sial dialami Heni Puji Astutik (30) warga Desa Cekok, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Perempuan yang tengah hamil ini, harus kehilangan uang 20 juta dari tabungan yang baru diambilnya lantaran dijabret di tengah perjalanan. Lenyapnya uang Rp 20 juta milik Heni terjadi saat baru mengambil tabungan dari Bank Mandiri di Jl. Urip Sumoharjo, Kota Ponorogo, Selasa (10/6/2014). Seusai dari kasir Bank Mandiri itu, uang 20 juta dimasukkan korban ke dalam tas. Selanjutnya, digantungkan di depan di bawah stang motornya. Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Misrun mengatakan sampai saat ini pelaku penjambretan masih dalam pengejaran petugas. Usai merampas tas berisi uang tunai 20 juta milik korban, pelaku kabur. "Korban masih kami mitai keterangan terkait ciri-ciri pelaku yang menjambretnya. Petugas masih mengejar pelaku. Semoga segera tertangkap," terangnya kepada Surya, Selasa (10/6/2014). Lebih jauh, mantan Kasat Narkoba Polres Madiun Kota ini menceritakan, awalnya korban berada di dalam Bank Mandiri. Saat itu korban mengambil uang tunai dari tabungannya. Pasca mengambil uang tersebut, korban keluar dari bank dengan mengendarai sepeda motor untuk balik ke rumahnya. Sampainya di tengah perjalanan, saat korban melintas di Jl. Madura Kelurahan Banyudono, Kecamatan Ponorogo atau berada di tikungan, terjadilah penjambretan itu yang berjarak sekitar 200 meter dari Polres Ponorogo itu. "Keluar dari bank, korban langsung menggantungkan tasnya di depan bawah stang motor. Sesampainya di tikungan antara Jl. Madura dan Jl. Urip Sumoharjo, tiba-tiba korban dipepet dua orang tak dikenal. Kami menduga korban sudah dibuntuti sejak dari depan Bank Mandiri. Seketika itu korban langsung berteriak jambret, tetapi pelaku yang menggunakan motor matic kabur," imbuhnya. Sementara korban penjambretan, Ny. Heni Puji Astutik mengaku saat kejadian dirinya hendak pulang ke rumah setelah mengambil uang dari Bank Mandiri. Tak tahunya tas miliknya diserobot dan diambil 2 orang pengendara motor matic itu. "Tas saya diserobot orang yang memepet saya. Uang dalam tas dibawa kabur beserta tasnya. Saya hendak mengejar tetapi perut saya tidak enak buat naik motor kencang. Akhirnya saya lemas dan langsung lapor polisi," pungkasnyaa. Info Sumurkompanews
Continue Reading

Oknum Guru Hamili Siswinya - Ponorogo

| 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Lagi-l agi dunia pendidikan di Kabupaten Ponorogo tercoreng. Pasca kasus pencabulan di wilayah Slahung yang pelaku dan korbannya para pelajar, disusul pencabulan dari wilayah Polsek Pulung yang korban dan pelakunya pelajar, kini kasus yang sama terjadi lagi. Kali ini, kasus pencabulan hingga membuat korban hamil 2 bulan. Ironisnya, korban yang masih berstatus pelajar di salah satu SMA di Ponorogo itu, pelakunya adalah oknum gurunya. Kini, oknum guru Rambang (47) warga Desa Carat, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo itu harus menjalani proses penyelidikan di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Ponorogo karena diduga menyetubuhi siswinya, Melati (17) warga Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo hingga korban hamil 2 bulan. "Karena keluarga korban tak terima atas perbuatan tersangka, akhirnya pihak keluarga melaporkan tersangka ke Polres Ponorogo," terang Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Imam Khamdani kepada Media Online, Selasa (10/6/2014). Lebih jauh, mantan Kapolsek Sawoo ini menceritakan kasus Melati yang masih bersattus pelajar itu bermula sekitar 4 Juni 2014 lalu. Tiba-tiba, keluarga korban mendapat telepon dari pihak sekolah yang memberitahukan jika putrinya positif hamil. Terkejut mendapatkan informasi itu, akhirnya pihak keluarga korban langsung menanyakan masalah itu kepada korban. Mendapat pertanyaaan dari keluarga, korban akhirnya mengaku jika pernah berhubungan intim dengan tersangka di Hotel Ponorogo Permai sekitar April 2014 lalu. Selain itu, menurut korban dirinya juga pernah ditawari tersangka untuk menggugurkan kandungannya. "Tak terima atas perbuatan tersangka itu, orangtua korban melaporkan kasus ini ke Polsek Sumoroto. Akan tetapi, sekarang dilimpahkan ke unit PPA Satuan Reskrim Polres Ponorogo," imbuhnya. Selain itu, Imam Kamdhani menegaskan jika tersangka sudah diamankan dan masih menjalani proses penyidikan ruang unit PPA. Karena kasus ini korbannya asih dibawah umur, maka proses penyidikannya dilimpahkan ke Unit PPA Satuan Reskrim Polres Ponorogo. "Tersangka kami jerat pasal 81 UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dibawah Umur dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," tegasnya. Sementara di hadapan penyidik, tersangka mengaku sudah 4 kali berhubungan intim dengan korban. Tersangka yang merupakan guru dan pengajar les privat korban mengaku tak tahan melihat korban. Apalagi, semakin sering bertemu dengan korban. "Memang awalnya saya mengajar korban lewat les privat. Nah, karena sering bertemu akhirnya saya mengajak korban berhubungan intim dengan iming-iming uang dan tanggung jawab akan saya nikahi. Tak tahunya korban menuruti kemauan saya," pungkasnya. Sumber: Setenpo
Continue Reading

Siswi SMP Digilir Tiga Pelajar - Ponorogo

Jumat, 06 Juni 2014 | 4k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO - Dunia Pendidikan di wilayah Ponorogo bagian selatan kembali heboh. Setelah beberapa bulan lalu terungkap kasus pesta miras yang dilanjutkan pesta seks di wilayah Kecamatan/Kabupaten Ponorogo kembali terulang. Sebanyak tiga pelajar yang menjadi tersangka pencabulan diamankan petugas Polsek Slahung serta korbannya yang masih duduk dibangku SMP juga dimintai keterangan. Aksi pencabulan bergiliran itu, dilakukan usai pesta miras terlebih dahulu. Korban awalnya, dicekoki miras jenis Arak Jowo (Arjo). Saat korban mabuk, dicabuli bergiliran. Kasus yang mencoreng dunia pendidikan di Ponorogo ini terjadi, Rabu (4/6/2014) sekitar pukul 17.45 WIB.
Awalnya, orangtua korban ES (32) warga Dusun Gagakan, Desa Ngloning, Kecamatan Slahung mengetahui anaknya, SAS yang masih duduk dibangku kelas 8 SMPN 4 Ponorogo tengah berjalan di Desa Plancungan, Kecamatan Slahung. ES kaget dan tidak terima mengetahui buah hatinya dalam kondisi mabuk berat. Hal ini diketahui, setelah didekati buah hatinya yang baru berusia 15 tahun itu, dari mulutnya keluar aroma miras jenis arjo. Seketika ES naik pitam dan tidak terima. Selanjutnya, ES meminta keterangan kepada anaknya yang masih dalam konsisi mabuk itu. Hal ini untuk mengetahui siapa saja yang memberikan miras kepada anaknya itu. Setelah mendapatkan keterangan jelas dari korban, ES langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Slahung. Dari pengakuan anaknya, selain korban dicekoki miras juga sempat dicabuli (disetubuhi) tiga pelajar asal wilayah Slahung. Ketiganya adalah AYP (16) pelajar kelas IX SMP Katolik Ponorogo, warga Dusun Tengger, Desa/Kecamatan Slahung, RAB (17) pelajar kelas XI SMKN 1 Slahung warga Dusun Dawang, Desa/Kecamatan Slahung, serta CBR (17) pelajar kelas XI SMKN 1 Slahung warga Dusun Tengger, Desa/Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.
Paska ES mendapatkan identitas para pelaku, dari mukut anaknya itu, ES langsung memberikan informasi tersebut ke petugas Polsek Slahung. Tanpa waktu lama, ketiga pelaku berhasil diringkus petugas Polsek Slahung yang pertama kali menangani kasus ini. "Karena para tersangka dan korban masih anak-anak dibawah umur dan berstatus sebagai pelajar, petugas Polsek Slahung melimpahkan penyidikan kasus ini, ke Unit PPA Satuan Reskrim, Polres Ponorogo," terang Kapolres Ponorogo, AKBP Iwan Kurniawan melalui Kasubag Humas, Polres Ponorogo, AKP Imam Khamdani kepada Media Online, Kamis (5/6/2014). Selain itu, mantan Kapolsek Sawoo ini mengungkapkan selain mengamankan ketiga tersangka, tim penyidik juga berhasil mengamankan barang bukti kasus pencabulan dengan cara persetubuhan itu, yakni berupa celana dalam milik korban. "Kasus berawal dari pesta miras para tersangka. Korban yang masih pelajar SMP itu sempat dicekoki miras. Para tersangka yang masih pelajar SMP dan SMKN itu sekarang semua dibawa ke Unit PPA untuk dimintai keterangan termasuk barang buktinya," imbuhnya. Sementara itu, Imam menguraikan meski kasus pencabulan dalam bentuk persetubuhan itu, dilakukan para tersangka saat dalam kondisi korban mabuk berat, akibat pengaruh miras arjo, akan tetapi para tersangka tetap Pasal 81 ayat 2 UURI No 23 Thn 2002 Tentang Perlindungan Anak. "Ancaman hukumannya bisa mencapai 15 tahun penjara," pungkasnya. Info Sumurkompanews
Continue Reading

Usia 13 Tahun Sudah Mencuri Uang Jutaan Rupiah Milik Tetangga

Sabtu, 24 Mei 2014 | 4k o m e n t a r

Gasud.com - Ponorogo Kota, Seorang bocah yang baru saja dikeluarkan dari sebuah SMP negeri ternama di kota Ponorogo, warga jalan Gatut Koco, Kepatihan, Ponorogo, nyaris dihajar massa, Jumat (23/5) malam. Sebab, bocah kelas 1 ini, tertangkap saat hendak mencuri di rumah Suwarno, warga setempat. Meski belum dihajar massa, pelaku terluka dan patah kaki, karena terjatuh, karena melompat dari lantai 2 saat hendak kabur, akibat kepergok pemilik rumah. Pencurian yang menggemparkan warga ini, terjadi sekitar jam 19.00 WIB. Awalnya, Warno pemilik rumah, curiga ada orang masuk di lantai 2 rumahnya. "Tahu ada pencuri masuk langsung dikejar. Mau disiram pakai air cabe," kata Haryati, warga di sekitar lokasi kejadian. Belum sempat disiram air cabe, pelaku kabur dan terjatuh dari lantai 2 rumah korban. Korban berteriak hingga massa berdatangan dan menangkap pelaku. Massa pun berencana menghajar pelaku pencurian ini. Namun, setelah berhasil ditangkap, baru diketahui, jika pelaku pencurian ternyata DK, bocah berumur 13 tahun, tetangga korban. "Ternyata pelakunya tetangganya sendiri," kata warga lainnya. Rencana untuk menghakimi pun gagal. Terlebih, kondisi korban menyedihkan, kakinya patah karena terjatuh dari lantai 2 rumah korban. Warga melaporkan kejadian ke Polsek Kota Ponorogo. Petugas yang datang, langsung mengamankan pelaku dan membawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lukanya. Setelah dirawat, pelaku bakal dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya di Polres Ponorogo. Warga di lokasi kejadian mengaku, tertangkapnya pelaku pencurian ini melegakan warga. Sebab selama ini warga sekitar resah sering terjadi pencurian uang. Mulai Rp 1 juta, hingga Rp. 2 juta rupiah. Namun pelakunya belum juga tertangkap. Warga akhirnya berusaha menjebak pelaku, dan berhasil menangkapnya. Kini kasus ini ditangani petugas Polres Ponorogo. Info Setenpo.
Continue Reading

Penemuan Situs Bersejarah Di SMPN 1 Kauman Ponorogo

Kamis, 22 Mei 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Para pekerja dan warga di sekitaran SMPN 1 Kauman, Jalan Candi desa Nongkodono kec Kauman dikejutkan dengan penemuan arca kuno saat menggali pondasi di SMPN Kauman sekitar jam 15.30, Rabu 19 Februari 2014. Arca yang ditemukan berupa patung manusia dalam posisi berdiri terbuat dari batu dengan tinggi sekitar 40-50 cm. Arca yang ditemukan saat ini disimpan di SMPN Kauman dan dijaga oleh warga demi keamanan. “Sengaja di simpan di lokasi mas,soalnya ini benda bersejarah. Sudah kita laporkan ke pihak instansi terkait agar ditindak lanjuti. Warga nanti menjaga penemuan sejarah ini demi keamanan” ucap warga sekitar kepada crew Media Online. Berdasar sejarah, di Ponorogo telah berdiri sebuah kerajaan bernama Wengker dengan raja pertama bernama Ketut Wijaya yang memerintah sekitar tahun 986 -1037 M. Kerajaan ini berdiri satu era dengan era kerajaan Kediri. Info Setenpo
Continue Reading

Penganiayaan Di Lingkup Pendidikan - Ponorogo

Selasa, 20 Mei 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO – Gara-gara dianiaya kakak kelasnya, Muhammad Mubarrok (16), pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Arrisalah, Desa Gundik, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satuan Reskrim, Polres Ponorogo, Senin (19/5/2014) malam. Remaja kelas VII ini mengaku menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan M (17) dan F (17) di kamar korban, di Pondok Arrisalah. Awalnya, Mubarrok sedang berada di kamar. Tiba-tiba ia dihampiri kedua pelaku.Tanpa kata-kata, keduanya langsung memukuli korban dengan balok kayu. Mubarok pun tak bisa berkutik dan langsung tergolek lemas. "Setelah menganiaya, mereka meninggalkan saya dalam keadaan terkapar di kamar. Akibat pukulan tersebut saya mengalami luka pada kaki kiri," terangnya kepada Media Online, Senin (19/5/2014) malam. Sementara Kanit PPA, Satuan Reskrim Polres Ponorogo, Aiptu Istantik menegaskan tim penyidik masih mendalami kasus ini. Saat ini, pihaknya memintai keterangan korban untuk kejelasan kasus itu. "Kami masih memintai keterangan korban. Sedangkan pelaku masih belum ditangkap karena belum mengetahui kronologisnya kejadiannya," pungkasnya. Info Setenpo
Continue Reading

Konvoi Kelulusan Pelajar SMA Ponorogo

| 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Koyo tahun tahun sak durunge, dino lulusan SMA ono "tradisi" yoiku konvoi bocah bocah SMA sing ngrayakake lulusane. Ono dalan dalan kota Ponorogo, bocah SMA podo mubeng numpak montor nganggo klambi sik dicat pylox lan ditulisi jenenge kanca kancane ge kenang kenangan. Seloso 20 Mei 2014 naliko lungguhan neng cedak GOR karo konco konco, bocah konvoi podo liwat soko wetan banjur di arahne mengidul. Gawe jogo ketertiban, petugas Polisi jogo ono prapatan lan jalur mlebu kota amargo akehe bocah SMA konvoi sing sering ngebeki ratan. Bocah konvoi mau banjur dolan nyang jalur Telogo Ngebel sak wise mubeng mubeng. Selamat Merayakan Lulusan, Sing Penting Podo Iso Njogo Ketertiban Yaaaaaaa. Info Setenpo
Continue Reading

Pick Up Pengangkut Ribuan Tempe Terjun Bebas Ke Sungai - Paju

Rabu, 14 Mei 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO - Setelah kemarin ada mobil APV yang terjun bebas ke sungai, pagi tadi juga terjadi lagi kecelakaan tunggal mobil pick up pengangkut ribuan tempe yang ada di dalam 14 keranjang, terjadi di Jl. Raya Ponorogo -Pacitan, Kelurahan Paju, Kecamatan Ponorogo, Rabu (14/5/2014). Diduga, kecelakaan yang disebabkan sopir mengantuk ini, menyebabkan ribuan tempe hanyut ludes terbawa arus sungai. Atas kejadian itu, pengusaha tempe ini mengalami kerugian sekitar 2,5 juta. Hal ini disebabkan tempe siap jualan ke Pasar Balong itu, tidak ada yang bisa diselamatkan. Beruntung kecelakaan tunggal mobil pick up bernopol AD 1774 PF yang terjun ke sungai sedalam 5 meter di depan RSUD Dr. Harjono, Kabupaten Ponorogo itu, tidak ada korban jiwa. "Saya mengendarai mobil sendirian berisi ribuan tempe siap jual dalam 14 keranjang. Saya mau kirim tempe ke Pasar Balong. Tiba-tiba stir mobil mengarah ke sungai sampai terjun bebas itu. Wong mau saya banting setir ke kanan juga tak bisa," ujar Hari (34) pengemudi pick up warga Dusun Krajan, Desa Tajuk, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo kepada media online, Rabu (14/5/2014). Selain itu, Hari menguraikan karena posisi mobil miring, maka dirinya langsung menyelamatkan diri dengan memecahkan kaca. "Ya kaget, akhirnya saya keluar dengan merusak kaca," imbuhnya. Menurut bapak satu anak ini, atas kejadian ini, dirinya masih beruntung. Alasannya dirinya selamat dari maut kecelakaan itu. "Kerugian paling 2,5 jutaan. Wong kedelai 2 kuintal jadi ribuan tempe hanyut bercampur air kotor tak bisa diselamtkan," tegasnya. Sementara Zainul (30) warga Desa Beton, Kecamatan Siman yang rumahnya berdekat dengan lokasi kejadian menegaskan dirinya sempat kaget ketika tertidur pulas mendengar ada suara tabrakan keras. Saat itu, dirinya mengira kecelakaan 2 kendaraan besar karena mendengar suara brak. "Setelah keluar ternyata ada mobil masuk ke sungai di selatan rumah saya. Beruntung sopirnya tidak apa-apa," pungkasnya. Info SUMURKOMPANEWS
Continue Reading

Mobil APV Terjun Bebas Ke Sungai - Ponorogo

Selasa, 13 Mei 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Sebuah kecelakaan tunggal terjadi Selasa pagi 13 Mei 2014 saat jam masih menunjukan jam 05.15 pagi. Peristiwa ini terjadi di jalan raya Ngasinan Bungkal tepatnya di Desa Bancar kec. Bungkal,sebelah timur rumah Kepala Desa Bancar Menurut penuturan warga kepada crew media online, Kecelakaan berawal saat mobil APV AE 722 BJ yang dikemudikan Iskandar (28) warga desa Belotan kecamatan Bendo Magetan melaju dari arah selatan. Diduga sopir mengantuk, mobil oleng ke arah kanan kemudian menabrak pohon dan akhirnya masuk ke sungai sedalam kurang lebih 1,5 M. Dalam kecelakaan ini sopir mengalami luka di bagian tangan sedangkan penumpang lain Budiono warga Wungu Madiun mengalami patah kaki dan kini dirawat di RS Muhamadiyah (dulu bernama RS Aisiyah). Info SETENPO
Continue Reading

Perampas Motor Pelajar Nyaris Tewas Dihajar Masa - Ponorogo

Sabtu, 10 Mei 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com PONOROGO - Tersangka kasus perampasan motor milik pelajar, Tri Nur (26) warga Desa/Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo nyaris tewas dihajar puluhan warga di Dusun Simo, Desa/Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jumat (9/5/2014) pukul 20.45 WIB. Tersangka babak belur hingga sekarat usai dihajar warga setempat. Ini menyusul, aksi perampasan motor yang dilakukan tersangka dan rekannya dari tangan pelajar, Diyah Rosima (16) warga setempat. Saat rekan tersangka berhasil kabur menggunakan motor yang digunakan sebagai alat untuk merampas motor korban, tersangka terjebak masuk ke dalam kebun tebu akhirnya menjadi bulan-bulanan warga. Kini, tersangka dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Darmayu JL dr Soetomo, Kota Ponorogo untuk mengembalikan kondisi kesehatan tersangka. Awalnya, korban mengendarai motor Honda Beat bernopol AE 6532 VC dari arah utara ke selatan. Saat itu, korban hendak pulang ke rumahnya. Sesampainya di tengah jalan Dusun Simo, Desa/Kecamatan Jenangan tiba-tiba korban dihadang orang tak dikenal yang menggunakan motor berboncengan. Salah seorang diantaranya adalah tersangka yang turun dari motor dan mendekati korban. Seketika itu, tersangka langsung meminta paksa motor yang dikendarai korban. Karena merasa tidak kenal, korban melarang motornya dirampas hingga terjadi tarik-menarik antara korban dan tersangka. Namun, karena tersangka tak segera mendapatkan motor yang dirampas, akhirnya trsangka memukul kepala korban. Seketika itu, korban langsung berteriak dan lari minta tolong. Warga pun berdatangan ke lokasi di dekat persawahan itu. Karena merasa dirinya tak nyaman ditinggal rekannya melarikan diri menggunakan motor yang digunakan merampas motor korban, tersangka langsung lari masuk ke perkebunan tebu. Meski malam hari, berada di dalam perkebunan tebu, warga menyanggong dan mengejar tersangka. Tidak lama kemudian, tersangka tertangkap. Warga yang emosi, langsung menghajar tersangka hingga nyaris tewas. Beruntung, polisi berhasil mengamankan tersangka. "Saat saya mendengar, ada orang berteriak minta tolong, saya langsung keluar rumah. Ternyata ada perampasan motor. Saya bersama teman-teman langsung mengejar tersangka yang masuk ke kebun tebu. Ketika tersangka tertangkap, warga yang sudah kesal menunggu langsung meluapkan amarahnya memukuli tersangka hingga sekarat," terangnya kepada Surya, Jumat (9/5/2014) malam. Sementara Kapolsek Jenangan, AKP Nyoto membenarkan adanya kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) itu. Menurutnya, beruntung aksi amukan warga terhadap tersangka bisa dihentikan petugas yang datang ke lokasi kejadian. "Karena tersangka babak belur diamuk warga, akhirnya tersangka dirawat di RSU Darmayu mendapatkan perawatan. Setelah sembuh, tersangka akan diproses dimintai keterangan dan diproses penyidikannya," paparnya. Selain itu, mantan Kasat Reskrim Polres Ponorogo ini menegaskan tersangka bakal dijerat pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan (Curas) dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. "Kami minta, para pengguna jalan agar lebih waspada dan berhati-hati saat melintas di kawasan-kawasan sepi, khususnya pada malam hari," pungkasnya.
Sumber SETENPO
Continue Reading
 
Support : Creating Website | Poetra Ogros | Aswaja Fm | Master Web
Copyright © 2011. Bukan Gagal Maksud - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Poetra