Latest Post :
Tampilkan posting dengan label PONOROGO. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label PONOROGO. Tampilkan semua posting

Hujan Es Di Ponorogo

Rabu, 25 Februari 2015 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO - Ponorogo pada sore ini Selasa (24/2) diguyur hujan, namun kali ini bukar air biasa namun hujan es sebesar kelereng. Akibat hujan es ini Gusur warga Trisono mengatakan bahwa genteng rumahnya ada beberapa yang pecah dan retak. "Kali ini hujan sangat lebat tapi saya heran ada gumpalan es juga yang jatuh sehingga atap rumah saya ada yang pecah dan retak, suara hujan sangat mengerikan, "ujarnya.
Hujan es di Ponorogo merupakan hal yang sangat langka mengingat iklimnya yang pada hari -hari biasa sangat panas. Hujan es di beberapa wilayah Ponorogo seperti Tegalombo Kauman Sumoroto, Babadan, Keniten dan beberapa wilayah yang lainya.
Sumber Info
Continue Reading

Jelang Pilkada Ponorogo

Jumat, 13 Februari 2015 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PILKADA PONOROGO - Pelaksanaan Pilkada Ponorogo yang akan digelar beberapa bulan lagi ternyata para kandidat yang akan macung masih terlihat malu-malu kucing. Bahkan Partai Golkar yang merupakan satu-satunya Parpol yang dipastikan bisa mencalonkan diripun masih belum buka suara.  "Kita tunggu saja, tidak usah berandai-andai terkait pelaksanaan Pilkada," kata Sekretaris DPD Partai Golkar, Ali Mufthi beberapa hari lalu. Senada dengan Ali Mufthi, Sukirno yang digadang-gadang akan dicalonkan sebagai Cabup pun malah enggan menanggapi isu tersebut.  "Duduk sebagai anggota DPRD sudah lebih dari cukup, kenapa mikirin masalah Cabup," kilah Sukirno. Dia pun mengaku sudah banyak tawaran untuk dimajukan dalam Pilkada, tapi Sukirno secara tegas menolak. Ironisnya lagi PAN-Demokrat yang sepakat dalam koalisi, ternyata juga belum memiliki nama calon yang akan dimajukan. "Semuanya masih belum jelas, siapa yang kita diberangkatkan, terpenting adalah penyamaan visi-misi kita (PAN-Demokrat) dalam menata dan membangun Ponorogo lima tahun mendatang," kata Miseri Efendy selaku Ketua DPC Partai Demokrat Ponorogo, Jum'at (13/2).
Sedangkan PKB yang dipastikan akan mengusung incumbent, Amin pun ternyata juga belum jelas. "PKB belum tentukan nama, karena stok kader internal yang layak kita usung pun banyak, masih menunggu waktu yang pas," ungkap Mursid Hidajat, politikus PKB. Beberapa Parpol kecil pun belum tentukan sikap, seperti PPP dan PKS. "Insya allah Gerindra tetap satu gerbong dengan koalisi di Fraksi DPRD Ponorogo bersama PPP dan PKS," kata Anik Suharto, politikus Gerindra asal Pulung. Melihat kenyataan tersebut, kemungkinan Pilkada hanya akan diikuti maksimal tiga kandidat saja. Bahkan PDIP pun masih tertutup terkait Pilkada."Belum ada instruksi yang pasti," terang Barno, politikus PDIP. Sementara itu calon independen yang dikabarkan rajin silaturahmi dan pasang atribut adalah Qomar Efendy, birokrat Pemkab Sragen asal Ponorogo. (Cholis)
Sumber Info
Continue Reading

TKW Ponorogo Buka Sekolah Rias Di Hongkong

Rabu, 21 Januari 2015 | 2k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ponorogo yang bekerja di luar negeri ternyata sudah berpikir jauh kedepan. Mereka berupaya membekali diri dengan berbagai ketrampilan sebagai bekal ketika pulang ke kampung halaman. Kemauan keras dengan berlatih, dua orang TKW asal bumi reyog mendirikan sekolah rias. Hebatnya lagi, sekolah rias ini sudah meluluskan anak didiknya yang rata rata juga TKW. Seperti sekolah rias yang bernama Gria Paes Flotista dan Lia yang digagas oleh Florista asal Desa Lengkong Kecamatan Sukorejo dan Lia BMI asal Kecamatan Ngrayun Ponorogo. Setelah menyelenggarakan kursus tata tias pengantin, beberapa waktu lalu mewisuda dua puluh lima buruh migran di negara Hongkong yang menyelesaikan pendidikan dan ketrampilan tata rias. BMI yang diwisuda rata rata telah menjalankan aktifitas belajar mengajar selama tiga bulan setengah. Mata pelajaran yang diberikan meliputi tata rias pengantin solo, pengantin muslim, paes ageng, bridal dan lain sebagainya.Sesuai namanya, griya paes florista dan Lia, didirikan oleh Florista dan Lia. Bmi asal ponorogo, adalah anak asuh bunda Jeny, BMI Hongkong yang sudah lebih dulu berkarier dan kemudian pulang ke Indonesia.

Setelah semua ketrampilan diberikan, Florista berharap agar anak didiknya bisa memanfaatman ketrampilan ini sebagai bekal setelah pulang kampung nantinya. Yakni bisa saja mereka membuka rias temanten."Harapan saya mereka bisa sukses di kampung halaman masing-masing dengan membuka usaha tata rias tanpa terkecuali," harap Florista. Florista menjelaskan, wisuda ini adalah angkatan pertama yang dilakukan grita paes florista dan Lia. BMI yang sudah tiga tahun menekuni tata rias sejak tiga tahun lalu ini juga berharap agar griya paes flotista dan Lia bisa diterima keberadaannya di tengah tengah BMI sebagai tempat menimba ilmu. Pihaknya siap memberikan pelatihan bagi bmi yang belum memiliki kegiatan di hari libur. Nurjanah salah satu lulusan terbaik mengaku bangga bisa belajar rias di griya paes florista dan Lia. "Alhandulillah saya senang dan bangga bisa menjadi murid griya paes florista dan Lia. saya berharap selepas pulang tidak menjadi tki, tidak perlu bingung mencari pekerjaan di tanah air karena akan membuka tata rias," pungkas BMI asal Pekalongan Jawa Tengah ini. (Rifai/Dee/Han)
Sumber Info
Continue Reading

Warga Dusun Ngrambang Pondok Gelar Grebeg Maulud

Minggu, 04 Januari 2015 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Religi - Seperti sebelumnya, acara Grebeg Maulud warga Dusun Ngrambang Desa Pondok Kecamatan Babadan Ponorogo selalu dipadati warga masyarakat. Maklum, tradisi ini telah berlangsung selama lebih dari 5 generasi sejak Dusun Ngrambang berdiri dan telah dikenal warga dari daerah daerah sekitar. Grebeg Maulud dimulai dari masjid Al Hasan Dusun Ngrambang dengan di ikuti rombongan kesenian Drumband, Gajah Gajahan,Unta Untanan hingga Sholawat al Habsyi. Di antara rombongan nampak pula para pemuda membawa ambeng (makanan) lengkap dengan aneka lauk pauk berjalan mengelilingi desa Pondok. Setelah berkeliling desa Pondok rombongan kemudian berkumpul kembali di masjid al Hasan untuk berdoa dan makan bersama. 2 buah gunungan yang terbuat dari buah dan jajanan kemudian menjadi rebutan warga.
Hal ini mencerminkan kerukunan tokoh masyarakat dan pendidikan di Ngrambang, sehingga diharapkan dari kegiatan semacam ini akan berefek meningkatkan syiar pendidikan dan masjid di Ngrambang, Ini tidak lepas dari Masjid al Hasan sendiri sebagai lembaga yang membina madrasah. Dirinya sangat sepakat dengan kebiasaan terbangan atau jedoran harus di pertahankan salah satunya dengan acara maulud nabi semacam ini, sehingga bisa menjadi wadah dan juga bukti akan keberadaan  masyarakat  yang mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap nilai berkesenian dan beragama yang baik. “Ini tentu sejalan dengan prinsip yang dipegang oleh NU yaitu  relevan dengan prinsip ushul fiqh, "al-Muhafadhah 'ala al- Qodimi as-Shalih wa al-Akhdu bi al-Jadid al-Ashlah" memelihara mempertahankan tradisi yang baik, dan mengambil sesuatu yang baru yang lebih baik, setelah rangkaian acara budaya usai, malam ini akan digelar pengajian akbar bertempat di Masjid Al Hasan Dusun Ngrambang. Sumber SETENPO
Continue Reading

Mobil Rombongan ISID GONTOR Alami Kecelakaan

Jumat, 02 Januari 2015 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Laka Lantas - Sebuah mobil jenis travel terguling di jalur angkutan umum Ponorogo-Madiun , tepatnya timur pertigaan jalan Sidoluhur Babadan Ponorogo,Kamis 1/1/2015 sekitar jam 08.30 WIB. Akibat kecelakaan 2 orang mengalami luka cukup parah dan lainya luka terkena serpihan kaca mobil yang pecah Menurut warga di sekitar tempat kejadian mobil travel melaju dari arah utara lalu oleng kemudian terguling tepat di depan bengkel milik Pak Fauzan warga pintu Jenangan. “Tadi itu pas sepi kendaraan mas, kalau ada motor atau mobil wah ndak tau bagaimana jadinya. Mobil yang terguling tadi katanya rombongan Mahasiswa ISID Gontor” ucap warga. Pak Fauzan, pemilik bengkel di dekat lokasi menuturkan dirinya berada di dalam rumah saat kecelakaan terjadi.”Ada suara mobil terguling keras sekali lalu saya keluar. Ternyata mobil travel terguling dan penumpangnya pada terluka. Saya lalu menolong bersama warga dengan membawa korban luka ke rumah sakit” ucapnya. Saat crew MEDIA ONLINE tiba di lokasi bodi kendaraan sudah dipinggirkan dan siap di derek. Bagi warga yang melintasi lokasi, mohon berhati hati dan kurangi kecepatan karena serpihan kaca sebagian masih berserakan di jalan. sumber SETENPO
Continue Reading

TKW Ponorogo Menjadi Salah Satu Korban Hilangnya Pesawat AirAsia QZ8510

Senin, 29 Desember 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO – (BALONG) Kabar duka hilang pesawat AirAsia, QZ8501 juga dirasakan salah satu warga Ponorogo. Ini karena salah satu penumpang pesawat AirAsia, QZ8501, ternyata warga Balong, Ponorogo, Jawa Timur. Korban menumpang pesawat nahas ini, karena hendak kembali bekerja menjadi TKW di Singapura. Namun, wanita ini malah tak jelas nasibnya. Keluarga dan orang tua korban masih shock dengan peristiwa ini. Senin (29/12/2014), suasana duka menyelimuti rumah Yuni Indah, salah satu penumpang pesawat AirAsia QZ8501, warga desa Sumberagung, Balong Ponorogo. Jemiran, ayah korban, nampak shock, sementara istrinya Moinem, Masih tak sadarkan diri dan tidak mau ditemui siapapun. Sejak kabar pesawat tersebut hilang, Moinem tak sadarkan diri dan tak mau keluar kamar. “Maaf ibunya masih shock, jadi belum bisa ditemui,” kata Masri Sumiati, kerabat korban singkat, saat ditemui media. Yuni Indah merupakan penumpang yang terdaftar di bangku 154, atau masuk daftar terakhir dalam manifes penumpang AirAsia QZ8501. Rencananya, Yuni yang berumur 22 tahun dan hendak berangkat kembali ke Singapura, menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Pungol Singapura.

Sebelumnya, korban sudah bekerja selama 4 tahun dan cuti ke kampung halamannya selama sebulan. Rencananya korban hendak kembali lagi bekerja. Namun nahas, pesawat yang ditumpangi tertimpa musibah, hilang yang hingga kini masih dilakukan pencarian. Atas kejadian ini, Jemiran hanya bisa pasrah, Ia tak menyangka, jika anak ke empat dari empat besaudara ini, mengalami kecelakaan pesawat. Ia hanya berharap, agar segera ada kepastian, anaknya ditemukan dalam keadaan selamat. Sampai Senin siang ini, warga masih berdatangan ke rumah korban, warga berharap agar pesawat segera ditemukan dan semua penumpang bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Entah ini firasat atau bukan, yang pasti Yuni Indah, salah satu korban hilangnya pesawat AirAsia QZ8510 tujuan dari Surabaya menuju Singapura, sempat membuat status di jejaring sosial Facebook.

Bahkan malam sebelum berangkat, Yuni sempat membuat status di jejaring sosial facebook yang mengatakan “dag dig dug”. Dalam status itu, komen pertanyaan yang terlontar dari teman-temannya, beberapa komen sempat ia jawab, namun saat pertanyaan naik pesawat SilkAir ataukah AirAsia, Yuni sudah tak lagi menjawab. Seperti diketahui, Yuni Indah putri ke empat pasangan Jemiran dan Moinem warga Balong, Ponorogo ini merupakan salah satu penumpang pesawat AirAsia yang dikabarkan hilang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Singapura yang diduga hilang di Tanjung Pandan Belitung. Sementara Yuni Indah berada di nomer 154 data manifes penumpang. Sudah 1 bulan, sebelum yang Yuni, sapaan akrab korban, pulang ke Indonesia untuk cuti kerja menjadi asisten rumah tangga di kota Punggol, Singapura dan hendak kembali ke Singapura Minggu (28/12) pagi kemarin, dengan menumpang pesawat AirAsia.

Sumber Info
Continue Reading

Buser Polres Ponorogo Gadungan Ditangkap

Kamis, 25 Desember 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO - Jajaran Satreskrim Polres Ponorogo baru saja menangkap buser gadungan bernama Rangga Mei Hermawan bersenjata api  warga desa Brahu kecamatan Siman Ponorogo. Saat Press Release kapolres Ponorogo AKBP. Iwan Kurniawan, SIK didampingi kasat reskrim AKP. Hasran, SH,M. Hum menegaskan tersangaka Ranggga Mei ditangkap pada hari Sabtu 20 Desember 2014 pukul 15:00 WIB disekitar alun-alun Ponorogo dengan tiga orang pelaku lainya yang diduga tekait perkara tersebut juga ikut diamankan. "Kami berhasil menagkap saudara Rangga Mei pecatan anghota TNI AD yang mana melakukan pemerasan dan mengaku sebagai anggota buser Polres Ponorogo  dengan barang bukti satu senpi, 5amunisi, uang tunai 26 juta rupiah, 4 buah balpen, 1lembar kertas kosong," ungkapnya. Dansubdenpom Ponorogo membenarkan hasil pengecekan memang Rangga Mei meruapakan anggota TNI AD yang sudah dipecat . Rangga Mei melakukan tindak pidana penipuan dan pemerasan dengan mengaku anghota buser polres Ponorogo pada Jumat 19 Desember disebuah warung kopi Jl. Budi utomo Ponorogo. Ada tiga Pasal yang diterapkan terkait kasus yersebut yakni pasal 1(1) UU darurat no.12 tahun 1951 tentang senpi amunisi dan bahan peledak dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun, pasak 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman pidana penjara 9 tahun , pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancama pidana penjara paling lama 4 tahun.
Sumber Info
Continue Reading

Wabub Ponorogo Resmi Menjadi Tersangka Korupsi

Selasa, 23 Desember 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO - Di iringi hujan gerimis tepat pukul 12.20 sebuah moment penting bagi masyarakat Ponorogo dimana Kejaksaan Negeri Ponorogo, Jawa Timur akhirnya menetapkan Wakil Bupati Ponorogo Yuni Widyaningsih sebagai tersangka kasus pengadaan alat peraga dalam proyek DAK tahun 2012 dan 2013. Suasana di ruang Kajari menjadi hening sesaat tak kala pengumuman nama tersangka baru dalam proyek senilai 8,1 milyar ini. Bagaimana tidak, prediksi dari banyak pihak setelah Ketua DPD Partai Golkar ini dipanggil bersama Sekdakab Agus Pramono oleh Kejari beberapa waktu yang lalu terbukti kini. “Kita menetapkan Wabup sebagai tersangka atas dasar keterangan saksi dan sejumlah barang bukti yang ada,”ujar Sucipto Kepala Kejaksaan Negeri Ponorogo.

Baca Juga Penampakan Hantu Gedung Pemkab Ponorogo

Lebih lanjut ia menambahkan, disini peranan Mbak Ida sapaan akrab Wabup sangat kuat, dimana dirinya bersama tersangka M. Nur Sasongko direktur CV Global Inc sebagai aktor intelektual dalam proyek ini. “Sasongko bersama Yuni Widyaningsih sepakat untuk mengkondisikan proyek DAK tersebut agar bisa terlaksana pada waktu itu, dan menerima fee 22 persen dari total nilai proyek,”imbuhnya. Banyak sebagai masyarakat yang tidak percaya dan ada juga yang sebaliknya justru merasa mengapresiasi Kejari karena telah menetapkan wabup sebagai tersangka. Seperti salah satu pemilik warung yang ada disekitaran Alon-alon Ponorogo ini seakan senang namun juga sedih ketika mendengar kabar tersebut. “Mbak Ida jadi tersangka mas, gitu kok mau mencalonkan jadi Bupati, namun bagaimanapun saya juga kasihan sebagai sesama perempuan, kalau memang kenyataan nya seperti itu, ”ujarnya. Sumber Info
Continue Reading

TKW Taiwan Asal Bungkal Meninggal Kecelakaan Saat Pulang

Minggu, 21 Desember 2014 | 0 k o m e n t a r


Gasud.com, PONOROGO - Duka mendalam nampak dari keluarga dan kerabat dekat korban laka lantas di rumah duka di Desa Sambilawang Kecamatan Bungkal Ponorogo. Dimana ketiga korban yang masih punya hubungan keluarga dimakamkan di pemakaman setempat setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. Sebelumnya satu keluarga ini melakukan perjalanan hendak pulang setelah menjemput Nyamiratun pulang dari Taiwan di Bandara Juanda. Dalam perjalanan pulang itu, mobil yang ditumpangi bertabrakan dengan bus parwisata di JL Raya Madiun – Ponorogo tepatnya di Desa Slambur Kecamatan Geger Madiun pukul 05.00 pagi tadi.  Ada 6 penumpang dan rombongan tersebut 3 di antaranya tewas, 2 mengalami luka serius dan 1 orang lainnya mengalami luka ringan. Ketiga korban itu yang tak lain ibu kandung dan dua anaknya itu adalah Misinah (70), Imam Suwongso (40) dan adik kandungnya, Nyamiratun (35) / yang baru pulang dari menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan. Ketiga jenazah tiba ke rumah duka menggunakan tiga mobil ambulans sekitar pukul 10.00 WIB. Setibanya di rumah duka, ketiga jenazah disambut tangis histeris keluarga. Selanjutnya, sekitar pukul 13.10 WIB ketiga jenazah yang masih satu keluarga itu dimakamkan dalam satu liang di TPU setempat.*(Dien/Tim)
Sumber Info 

Continue Reading

Kursi Bupati Bakalan Kosong - Ponorogo

| 0 k o m e n t a r


Gasud.com, PONOROGO - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Ponorogo, memperkirakan pelaksanaan pemilihan kepala daerah setempat tahun 2015 baru bisa diselenggarakan setelah akhir masa jabatan (AMJ) Bupati Amin, bupati yang saat ini masih menjabat. "Kami masih menunggu kepastian hukum perpu (peraturan pemerintah pengganti undang-undang) yang saat ini masih digodok pemerintah. Tapi hampir dipastikan pelaksanaan pilkada nanti setelah AMJ bupati," terang Ketua KPU Kabupaten Ponorogo, Ihwanudin. Karena alasan yang sama, ia mengaku belum bisa memastikan ataupun merencanakan jadwal definitif pelaksanaan pilkada tahun depan. Masa jabatan Bupati Ponorogo, Amin, sesuai surat keputusan (SK) pengangkatan Menteri Dalam Negeri RI tahun 2010, berakhir pada Agustus 2015. Jabatan kepala daerah selanjutnya, sesuai aturan, dialihkan kepada pasangan bupati/wakil bupati terpilih, melalui mekanisme pilkada yang seharusnya digelar sebelum masa jabatan petahana berakhir. "Karena pilkada nanti dilakukan serentak di seluruh daerah di Indonesia, kemungkinan pelaksanaannya mundur antara bulan September, Oktober atau bahkan November," ujarnya.

Kendati belum ada jadwal spesifik, Ikhwanudin memastikan mengisyaratkan pelaksanaan tetap dilakukan pada kurun 2015. Hal itu mengacu penegasan yang disampaikan Mendagri di sejumlah media massa nasional, beberapa hari terakhir, katanya. "Kami belum bisa menjadwalkan tahapan pilbup (pilihan bupati) tahun depan, menunggu penetapan Perpu Pilkada oleh pemerintah dan DPR pusat yang akan diselenggarakan pada bulan Januari atau Februari 2015," jelasnya. Perkiraan mundurnya pelaksanaan pilkada, lanjut dia, berpengaruh terhadap tampuk kepemimpinan di Ponorogo, karena hampir pasti bakal terjadi kekosongan kekuasaan. "Itu menjadi ranah eksekutif, KPU tidak turut campur. Namun biasanya jika jabatan bupati telah berakhir dan belum terpilih kepala daerah baru, posisi tersebut akan diisi oleh pejabat sementara, misal kalau dulu dirangkap Kepala Bakorwil (Badan Koordinasi Wilayah) atas persetujuan gubernur," kata Ikhwanudin.

Sementara menunggu kepastian hukum perpu, KPU telah merancang skenario Pilkada Ponorogo 2015. Sesuai instruksi yang dikeluarkan Kemendagri, lanjut Ikhwanudin, pihaknya bersama jajaran pemkab setempat tengah mempersiapkan dua skenario pelaksanaan pilkada, yakni antara langsung dan tidak langsung. Anggaran pesta demokrasi lima tahunan tingkat daerah itu saat ini telah diajukan KPU sebesar Rp20 miliar lebih, dengan asumsi pelaksanaan pilkada langsung satu putaran. (Dee)
Continue Reading

Penampakan Hantu Gedung Pemkab Ponorogo

Selasa, 16 Desember 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO - Kantor Pemkab Ponorogo atau dikenal banyak orang sebagai gedung lantai delapan tempat dimana pejabat dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjalankan pemerintahan. Bangunan besar yang berdiri di sekitar kawasan Aloon-aloon ini juga menjadi salah satu maskot kota reyog ini.
     
     Namun, dibalik kemegahan kantor ini, ternyata ada sisi lain yang tidak pernah terungkap. Salah satunya mengenai lokasi-lokasi maupun sudut-sudut yang dianggap beberapa orang angker dan mistis.

     Cerita-cerita mengenai hal-hal berbau klenik itu muncul dari mulut seorang petugas jaga malam. Ia mengatakan, di beberapa tempat dan lantai, memang terkenal angker dan seram.

    "Kalau disini, tempat yang paling angker dan serem ya dilantai 6,"ujar petugas yang enggan disebut namanya.
Pada saat-saat tertentu, kerap muncul sesosok bayangan putih melintas. Kejadian itu lebih sering terjadi pada malam hari. Sosok bayangan putih itu jika digambarkan seperti seseorang wanita melihat situasi sekitarnya dalam waktu singkat.

     "Kemunculanya hanya sekilas melintas, lalu hilang lagi,"jelasnya.

      Sementara itu, Dian seorang yang pernah mengadakan kegiatan diwaktu malam mengatakan cerita mengenai penampakan yang ada di gedung lantai delapan memang tidak begitu banyak orang yang tahu. Asal usuln cerita mistis ini sudah terhembus pada saat pembangunan.

      "Dulu waktu saya ada kegiatan dilantai delapan ada penampakan anak-anak kecil namun kemunculannya di lantai satu, waktu itu saya bertugas sebagai penerima tamu, "jelas Dian.

      Cerita mistis digedung lantai delapan ini ternyata sudah berhembus pada waktu pembangunan nya dahulu, banyak pekerja maupun mandor proyek yang sering melihat penampakan di kantor yang dibangun pada saat pemerintahan Bupati Markum Singodimedjo ini.

      Waktu itu, anak saya, saya ajak untuk melihat pemasangan beberapa AC dan lampu di gedung lantai delapan ini, dan tiba-tiba anak saya cerita bahwa melihat sosok bayangan wanita berbaju putih yang melintas kemudian menembus tembok,

     “Papa kok tadi ada orang yang bisa nembus tembok,”Ujar Udin menirukan cerita anaknya.* (Tim)
Sumber Info

Continue Reading

Janda Miskin Ponorogo Yang Tidak Kebagian Kompensasi BBM

Jumat, 12 Desember 2014 | 0 k o m e n t a r


Gasud.com, Realita Ponorogo - Entah seperti apa pemilahan dan pemilihan warga miskin yang berhak mendapat kompensasi Kebijakan pemerintahan Jokowi menaikan harga bahan bakar minyak (BBM), karena banyak warga yang ternyata tidak dapat dana tersebut, salah satunya adalah Watirah. Inilah potretnya. “Ya, saya setiap hari mencari plastik seperti ini mas, saya jual untuk makan sehari-hari,” buka Watirah ditemui di rumahnya yang sederhana. Watirah mengaku, sehari-hari dirinya bertahan hidup dari berjualan sampah plastik. Dari sampah plastik tersebut, Watirah hanya memperoleh uang paling banyak Rp 10 ribu tiap hari. “Paling banyak ya sepuluh ribu mas, kalau sepi paling ya cuma lima ribu rupiah,” ucapnya, sembari membersihkan sampah plastik di halaman rumahnya.
Saat ditanya tentang bantuan langsung dari pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga BBM, Watirah mengaku tidak banyak tahu, namun dirinya hanya mendengar dari cerita tetangganya, kalau saat ini pemerintah sedang menggulirkan bantuan untuk rakyat miskin seperti dirinya. Dia juga mengaku tidak pernah ada yang mendaftarkan untuk menjadi penerima bantuan tersebut. “Tidak pernah ada yang datang kesini untuk mendaftarkan saya mas, dan saya tidak menerima bantuan itu,”kata Watirah, dengan wajah polos yang memancarkan atas beratnya penderitaanya. Selain itu, demi menghemat uang untuk menyambung hidup, Watirah juga terpaksa mengkonsumsi tiwul, makanan yang berasal dari ketela pohung. ”Ya bagaimana lagi mas, saya hanya bisa membeli gaplek untuk makan saya sehari-hari, ini karena sekarang harga beras mahal,” ujarnya sembari menunjukan tiwul yang siap ditanaknya, di dapur.
Continue Reading

Seorang Pelajar Ditangkap Karena Mencuri Motor

Kamis, 27 November 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Ulah pelajar ini jangan pernah ditiru! Jajaran polres Ponorogo melalui Polsek Slahung kembali menangkap seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), ironisnya, curanmor kali ini melibatkan seorang pelajar. Minggu (23/11/2014) sekitar puku 21.00 WIB, Kepolisian Sektor (Polsek) Slahung, Ponorogo menangkap remaja JAW (15), warga dusun Bangil, desa Karangan, Slahung, Ponorogo. JAW merupakan pelajar, yang terlibat kasus pencurian sebuah Suzuki Satria FU.
Menurut Kapolsek Slahung, AKP Gunawan SH, berdasarkan laporan saksi dan korban, kasus pencurian ini terjadi pada Jumat (21/11/2014) sekitar jam 23.00 WIB, dengan TKP di depan rental Play Station, di dusun Bulu, desa Crabak, Slahung. “Dalam melakuan aksinya, pelaku melakukan perusakan pada kunci stang motor,” tandas Kapolsek.
Atas dasar laporan saksi dan korban, Polisi pun segera melakukan penyelidikan dan pengejaran, yang akhirnya bisa menangkap pelaku pencurian motor milik seorang pelajar bernama Afrilian Prio Budiharto (17) warga dusun Bulu, desa Crabak, Slahung. Selain menangkap JAW, polisi juga mengamankan barang bukti sebuah motor Suzuki Satria FU tahun 2013 No Pol : AE 6551 VL warna hijau. Sedangkan pelakunya sendiri kini diamankan di Polsek Slahung, untuk proses hukum selanjutnya.
Sumber Reog.tv


Continue Reading

Laka Lantas Ponorogo Meningkat 66 Persen

| 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Kasus pelanggaran lalu lintas di wilayah kepolisian resort Ponorogo belakangan cenderung meningkat. Pelanggaran hingga mengakibatkan korban jiwa masih saja terjadi. Dalam dua bulan terakhir korban kecelakaan mencapai 15 orang. Yang memprihatinkan kasus kecelakaan lalu lintas di Ponorogo mayoritas melibatkan usia produktif dan usia sekolah. Aiptu Diky Arfianto bagian humas Polres Ponorogo mengatakan dalam dua bulan terakhir kasus laka mencapai 118 kasus. Kecekalaan banyak terjadi pada pengendara sepeda motor. Umumnya mereka tidak bisa lagi mengendalikan laju sepeda motornya saat kecepatan tinggi. Faktor kesalahan manusia menjadi penyebab utama kasus laka di Ponorogo. Satuan lalu lintas polres Ponorogo juga mencatat jumlah pelanggar lalu lintas yang dikenai tilang, belakangan meningkat. Dari 645 pelanggaran naik menjadi 1202 pelanggaran atau naik 66%.
Continue Reading

Pembuangan Bayi Cacat Ke Sungai, Ditemukan Sudah Membusuk

Jumat, 21 November 2014 | 0 k o m e n t a r


Gasud.com, Ponorogo - Jenangan - Sesosok mayat bayi ditemukan tewas membusuk, di sungai di desa Tanjungsari, kecamatan Jenangan Ponorogo. Diduga, bayi sebelumnya dirawat dan sudah berumur 3 bulan lebih. Bayi tersebut diduga sengaja dibuang karena kondisinya cacat. Saat ditemukan Minggu (16/11), kondisi bayi berjenis kelamin perempuan tersebut mengenaskan. Separo badannya hitam legam, sementara kepalanya remuk tak berbentuk. Penemuan bayi ini berawal saat sejumlah anak memancing ikan di tepi sungai tersebut. Saat itu, mereka mencium bau busuk dari sungai. Saat dilihat ternyata ada sesosok bayi yang sudah tewas. “Ditemukan di antara batang bambu di sungai,” kata bairun kepala desa setempat. Setelah itu, penemuan mayat ini pun dilaporkan ke polisi. Petugas yang datang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, dan meminta keterangan sejumlah saksi. Hasil pemeriksaan sementara, diduga bayi tersebut mengalami cacat bawaan, sempat hidup dan mendapat perawatan. “Usia bayi sekitar 3 bulan. Bayi tersebut dibuang ke sungai, dan diperkirakan baru ditemukan setelah sekitar 4 hari berikutnya,” kata AKP Nyoto, Kapolsek Jenangan. Kini bayi masih disimpan kamar mayat RSUD dr. Harjono Ponorogo, untuk divisum dan keperluan penyelidikan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi ini. Sumber Reog.tv
Continue Reading

Harlah Mafia Sholawat Yang Pertama

Senin, 17 November 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo – Sebanyak ratusan anak jalanan tumpah ruah bersama puluhan ribuan masyarakat, Sabtu (8/11/2014) malam Minggu, di Alun-alun Ponorogo. Uniknya, dalam acara Harlah Mafia Shalawat (Manunggaling Fikiran lan Ati ing Dalem Salawat) yang pertama, dimeriahkan dengan kesenian jaranan dan Reog, serta 100 lebih penari sufi ini sebagian besar jamaah yang hadir bukan saja dari kalangan yang berpakaian busana muslim seperti pengajian pada umumnya. Kebanyakan justru memakai kaos hitam bertuliskan Mafia Shalawat serta gambar KH. Muhammad Ali Shadiqin atau biasa dipanggil Gus Ali Gondrong, acara ini juga disiarkan live dan streaming Radio Aswaja Fm Ponorogo milik PCNU Ponorogo. Presiden Mafia Salawat Indonesia, H. Sugeng di sela-sela acara mengatakan peserta merupakan campuran, dari masyarakat muslim Ponorogo dan sekitarnya hingga anak jalanan. “Kita mengajak dari mulut ke mulut. Di jalanan itu kan banyak kelompok-kelompok seperti mereka (anak jalanan). Nah, kita ajak mereka untuk bergabung dalam Mafia Salawat,” ujarnya. Harlah Mafia Sholawat Indonesia ini dihadiri orangg no 1 di Ponorogo yaitu Bapak Bupati beserta wakilnya, Kapolres Ponorogo, dan orang no 1 di Kodim Ponorogo, PCNU Ponorogo. Selain dari Ponorogo, para jamaah dan anak jalanan yang telah tergabung dalam Mafia Salawat dari berbagai daerah juga hadir. Di antaranya dari Karanganyar, Wonogiri, Bojonegoro, Demak, Sukoharjo, Sragen, Semarang, Ngawi, Magetan, Madiun dan Wonosobo. Mereka sengaja hadir karena antusias mereka untuk bershalawat. “Harapan kita, yang penting mereka senang dengan shalawat dulu. Setelah itu nanti kita memberi arahan-arahan supaya memperkuat syariatnya,” katanya. Sementara itu, Gus Ali dalam ceramahnya terus mengajak agar seluruh elemen masyarakat, termasuk anak jalanan dan organisasi Pencak Silat yang telah tergabung dalam Mafia Salawat ini untuk semakin menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad. Selain itu, ia juga menegaskan agar tetap mempertahankan NKRI bagaimanapun kondisinya. “Kita doakan leluhur kita. Mereka adalah akar dari bangsa ini. Jangan sampai kita lupa dan meninggalkan NKRI,” kata kiai bergaya metal ini kepada puluhan ribuan jamaah. (Ardi Baskoro)
Continue Reading

Remaja Asal Jetis Juara 1 Di Acara World Festival Jepang

Rabu, 12 November 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Belum lama ini, redaksi mendapat kabar jika salah satu remaja asal Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Ponorogo, menorehkan prestasi yang cukup membanggakan terutama untuk warga Ponorogo, dan untuk Indonesia. Adalah Iwan Setiono, yang saat ini sedang magang kerja di Jepang, yang merasa memiliki sebuah kesenian yang lain dari pada yang lain, Reog Ponorogo, dimana pria 21 tahun yang juga menguasai tari Bujang Ganong ini memberanikan diri untuk ikut dalam ajang World Festival, sebuah ajang seni internasional yang digelar di di kota Toyokawa Shi, Aichi, Jepang, pada Minggu, 2 Nopember 2014, tak disangka berhasil meraih predikat juara 1. Dari komunikasi yang dilakukan redaksi REOG.TV dengan Iwan, diketahui bahwa ajang rutin ini selalu dikuti oleh berbagai negara di dunia, yang tiap perwakilannya menyajikan kesenian daerah masing-masing.

Iwan yang berlamat di Jl. Moeslim, Desa Jetis ini, juga menyatakan rasa bangganya bisa meraih gelar juara satu, selain juga bangga bisa lebih memperkenalkan kesenian asli daerahnya ke publik internasional. “Syukurlah saya dengan tarian Bujang Ganong, berhasil meraih juara satu, sedangkan juara kedua diraih oleh perwakilan dari Brazil dengan tarian Samba dan juara ketiga juga dari Indonesia yang menampilkan grup nyanyi dari Jawa Barat, dengan lagi Manuk Dadali,” terang Iwan yang dihubungi reog.tv via email. Saat ini, pria kelahiran 11 Agustus 1993 ini, tengah menyelesaikan program magang kerja di sebuah perusahaan di negeri matahari terbit, dimana ia sudah melakoni program tersebut selama 1 tahun, dari tiga tahun kontrak magangnya.

Tentunya, dengan prestasi yang berhasil laki-laki kota tercinta di kancah internasional ini, harus diapresiasi. Karena selain membawa harum kesenian Reog Ponorogo melalui tarian Bujang Ganongnya, sudah barang tentu juga makin memperkenalkan nama Ponorogo di ajang Internasional. Bravo Bro Iwan
Sumber Reog.tv
Continue Reading

Selamat Atas Warga Baru Pagar Nusa Polorejo

Senin, 10 November 2014 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Pagar Nusa - Sudah menjadi agenda rutin bagi Pencak Silat Nahdlatul Ulama' Pagar Nusa Ranting Polorejo Kec. Babadan, Ponorogo, setiap awal tahun Hijriyah untuk melaksanakan ziarah makam Gus Maksum selaku pendiri GASMI (Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia) dan juga sebagai Ketua Umum Pagar Nusa pertama kali, beserta para kyai sepuh Pondok Lirboyo Kediri Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan 09 November 2014 yang diikuti olah ratusan pesilat Pagar Nusa dari berbagai ranting yang ada di Ponorogo termasuk Pagar Nusa Ranting Polorejo yang selama ini rutin berlatih Pencak Silat di halaman Masjid Ibrahim Al Ghozali, Bedi, Polorejo, Babadan, Ponorogo.
Kegiatan ini diawali dengan Ijazahan yang bertempat di aula lantai 2 Ponpes Lirboyo, Ziarah makam, setelah itu Sholat Dzuhur berjamaah, dan setelah itu langsung sowan kerumah keluarga ndalem (Rumah Gus Bidin) selaku Guru Besar GASMI (Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia) saat ini untuk makan siang. Syukur Alhamdulillah pada tahun ini Ranting Polorejo mengirimkan 23 anggota untuk mengikuti kegiatan ini. Semoga adanya olah raga Bela Diri yang juga termasuk salah satu Badan Otonom Nahdlatul Ulama' ini, mampu mencetak kader kader, generasi NU yang mumpuni, berguna bagi lingkungan, masyarakat, NU, Nusa dan bangsa.
Continue Reading

Hari Pahlawan - Polantas Ponorogo Berseragam Pejuang Kemerdekaan

| 0 k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO – Memperingati hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 Nopember, sejumlah polisi lalu lintas di Ponorogo, Jawa Timur, mengenakan seragam polisi tempo dulu. Selain untuk mengenang jasa pahlawan, penggunaan seragam tempo dulu ini juga ditujukan untuk kembali mengingatkan kepada masyarakat akan jasa pahlawan yang gugur demi kemerdekaan Indonesia. Sekilas, ada yang berbeda dengan seragam yang digunakan polisi lalu lintas di satuan lalu lintas Polres Ponorogo, Senin (10/11). Mereka menggunakan seragam polisi zaman dulu. Tak hanya pakaian, berbagai atribut, aksesoris hingga topi juga merupakan pakaian polisi era tahun 40-50 an. Sejumlah polisi lalul intas sengaja menggunakan pakaian tempo dulu untuk mengenang jasa pahlawan yang jatuh tiap tanggal 10 November. Tak hanya mengatur lalulintas, polisi tempo dulu ini juga melakukan patroli dijalan raya menggunakan atribut tempo dulu.
Hal ini sontak membuat para pengguna jalan tertegun dan terkagum-kagum melihat kostum para ‘polisi tempo dulu’ ini, yang beberapa di antaranya menyempatkan untuk berhenti dan mengajak berfoto selfi bersama polisi. Sementara pada saat tepat pukul 8.15 WIB, seluruh polisi lalulintas juga menghentikan seluruh kendaraan yang melintas untuk mengheningkan cipta dan berdoa selama 1 menit untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur di medan perang demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Menurut Welas Arjo, salah seorang pengguna jalan, dirinya merasa kagum dengan inovasi Polantas Ponorogo ini dalam memperingati hari Pahlawan ini.
“Menarik sekali, dan baru kali ini saya melihat polisi menggunakan saragam polisi jaman dulu,” cetus Arjo, saat berhenti ketika melintas di bilangan jalan Soekarno Hatta. Sementara itu, menurut KRI Sat Lantas Polres Ponorogo Iptu Budiarto, hal ini dilakukan semata untuk turut memperingati dan mengenang jasa para pahlawan yang telah banyak berkorban demi memperjuankan kemerdekaan. Pihaknya juga berharap, dengan penggunaan seragam ala pejuang dan seragam polisi tempo dulu bisa sedikit menggugah masyarakat untuk kembali mengenang jasa para pahlawan bangsa Indonesia. MERDEKA!!!.. 
Sumber Reog.TV
Continue Reading

2 Pemasang Baleho Tewas

| 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Ponorogo - Warga yang berada di sekitaran perempatan pabrik es Ponorogo dikejutkan dengan peristiwa tersengatnya 2 warga yang hendak memasang baliho. Peristiwa ini terjadi Senin pagi 10/11/2014 sekitar pukul 08.30 WIB tepatnya di kawasan ruko timur perempatan Pabrik Es (Salju Buana), masuk wilayah kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan Ponorogo. Kejadian berawal saat 2 pekerja hendak memasang baliho di atas ruko,namun nahas karena tempat baliho yang sangat dekat dengan kabel listrik tegangan tinggi maka 1 pekerja tersengat di bagian kepala, sedang 1 pekerja lain mengalami shock namun mulai sadar saat di tolong warga. Tukang becak yang biasa mangkal di lokasi menjelaskan kronologis kejadian. “Tadi itu pas pada duduk ngopi ada suara bruk 2 kali. Tau-tau para pekerja pabrik es berlarian ke sini sambil teriak “wonge ceblok,wonge ceblok kesetrum”.
Setelah itu warga naik ke atas menolong korban. 1 pekerja tergeletak dan luka tersengat di bagian kepala yang , sedang 1 lainya sadar dan mau bangun tapi kelihatanya masih shock lalu saya bilang “mas..ojo ngadek sik..ben ditulungi uwong-uwong” setelah itu warga berdatangan dan korban di bawa ke RS” ucapnya. Menurut keterangan warga korban 1 berasal dari Sooko dan 1 lagi berasal dari desa Carat Kauman dengan usia sekitar 25-30 tahunan. “Untuk nama atau alamat lengkap kami kurang tau karena fokus menolong korban dan tadi orangnya belum bisa dimintai keterangan” ucap warga menambahkan. Kedua korban akhirnya di bawa ke RS Dr Hardjono untuk mendapat perawatan.Semoga segera diberi kesembuhan. Sumber SETENPO
Continue Reading
 
Support : Creating Website | Poetra Ogros | Aswaja Fm | Master Web
Copyright © 2011. Bukan Gagal Maksud - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Poetra