Latest Post :

About

Home » , » Penggerebekan Pabrik Bahan Baku Narkoba Di Jenangan Ponorogo

Penggerebekan Pabrik Bahan Baku Narkoba Di Jenangan Ponorogo

Kamis, 25 Juli 2013 | 1k o m e n t a r

Gasud.com, ada apa dengan masyarakat Ponorogo? Setelah kejadian tragedi pembunuhan gadis belia yang dalam keadaan hamil, disusul lagi penangkapan seorang perempuan penyanyi asal kecamatan Sawoo yang lagi nyabu di sebuah hotel kawasan Mejayan, kini Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek sebuah pabrik rumahan di Kabupaten Ponorogo, Jatim, yang diyakini sebagai sentra penyulingan minyak bahan baku untuk pembuatan narkoba jenis ekstasi dan sabu-sabu. "Penggerebegan ini merupakan hasil pengembangan kasus, karena adanya indikasi industri rumahan ini sebagai pemasok bahan dasar pembuatan narkoba jenis ekstasi dan sabu-sabu," kata salah satu pejabat BNN yang memimpin jalannya operasi penggerebekan Kombes Pol Slamet Riyadi di Ponorogo, Rabu. Sekilas, pabrik pembuatan bahan baku ekstasi milik Gunanto alias Sarnu (43) di Desa Jenangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, tersebut seperti rumah biasa. Namun setelah masuk ke gudang bagian belakang, industri rumahan itu ternyata memiliki fasilitas penyulingan minyak atsiri cukup besar. Meski terkesan menggunakan mekanisme penyulingan tradisional, Slamet mengatakan pabrik rumahan tersebut mampu melayani kebutuhan ekspor dengan pasar Australia. "Kedoknya diekspor, padahal sebagian dijual di pasar dalam negeri. Minyak atsiri biasanya digunakan untuk campuran bahan dasar pembuatan sabu-sabu," ungkapnya. Dikonfirmasi mengenai hal ini, Nia velmasari, istri Gunanto mengaku tidak tahu-menahu jika minyak atsiri yang mereka produksi mereka disalahgunakan untuk memproduksi narkoba. Ia justru menuding minyak hasil penyulingan mereka telah disalahgunakan oleh sindikat perdagangan narkoba untuk memproduksi ekstasi dan sabu-sabu. Sekitar empat bulan lalu, kata Nia, memang ada seorang gadis yang mengaku bernama Siti Sundari, warga Madiun datang untuk menyuling dan mengambil minyak dari akar batang pohon telasih itu. Dari hasil penyulingan tersebut, tiap satu kilogram minyak sulingan akar pohon telasih, Sundari berani membeli Rp250 ribu. Belanjaan minyak atsiri dalam jumlah banyak itu kemudian dijualnya ke Jakarta dengan harga Rp900 ribu hingga mencapai Rp6 juta. Namun perempuan bernama Sundari itu beralasan minyak hasil sulingan selama ini lebih ditujukan untuk pembuatan bahan insektisida. Nia dan Gunanto baru mengetahui jika sulingan dari pohon telasih merupakan bahan campuran sabu-sabu setelah BNN melakukan Penggrebekan. Saat proses penggrebegan tersebut sejumlah petugas TNI, Polri serta warga terus berdatangan di rumah itu sesaat setelah petugas BNN melakukan penggerebekan.
Anda bersama gasud.com sedang membaca artikel tentang Penggerebekan Pabrik Bahan Baku Narkoba Di Jenangan Ponorogo dan anda bisa menemukan artikel Penggerebekan Pabrik Bahan Baku Narkoba Di Jenangan Ponorogo ini dengan url http://www.gasud.com/2013/07/penggerebekan-pabrik-bahan-baku-narkoba.html?m=0, anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Penggerebekan Pabrik Bahan Baku Narkoba Di Jenangan Ponorogo ini sangat bermanfaat bagi anda dan teman-teman anda, namun jangan lupa untuk meletakkan link Penggerebekan Pabrik Bahan Baku Narkoba Di Jenangan Ponorogo sumbernya.
Share this article :

1 komentar:

  1. (maaf klo tidak berkenan bisa di hapus)
    nitip link min.
    http://www.skor123.com/papiss-cisse-kembali-bermain-untuk-new-castle/

    BalasHapus

>>> Please do not use anonymous ....
>>> Berikan data anda dengan benar.....
>>> Berikan komentar anda sebagai bukti bahwa anda adalah pengunjung dan bukan robot......
>>> Komentar ANONIM tidak akan ditanggapai oleh admin......
>>> Sorry, Admin will not respond to anonymous comments are not clear. so thank you

 
Support : Creating Website | Poetra Ogros | Aswaja Fm | Master Web
Copyright © 2011. Bukan Gagal Maksud - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Poetra