Latest Post :

Klik Saja Sob

Latest Post

Habib Luthfi Merasa Malu Lihat Elite Tidak Rukun

Selasa, 27 Januari 2015 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Pekalongan - Jami'yyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (Jatman) harus dapat mengambil peran penting dalam ikut mempertahakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para mursyid dengan sekuat tenaga dan pikiran mesti mengupayakan komitmen ini karena tarekat merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang menjadikan NKRI sebagai bentuk negara yang final. Hal tersebut disampaikan Rais Am Idarah Aliyah Jatman Habib Muhammad Luthfi bin Yahya di hadapan ribuan hadirin dalam acara “Silaturahim Ulama Thariqah Se-Indonesia bersama TNI dan Polri” di Dupan Square Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (24/1). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Kanzus Sholawat Kota Pekalongan.

Banyak pihak yang mengatakan Indonesia saat ini sedang dalam ancaman bahaya. Tetapi pihaknya berkeyakinan, selama ulama, umara (pemimpin), TNI, dan Polri masih bisa bersatu dan kompak, insyaallah Indonesia tetap aman dan damai. "Jika para ulama sudah berkumpul dengan TNI dan Polri seperti ini, niscaya Indonesia sulit dipecah belah," ujar Habib Luthfi. Dikatakan, untuk menjadikan Indonesia aman damai dan tentram dibutuhkan waktu yang cukup lama sebagaimana yang pernah dilakukan Rasulullah SAW. Untuk menerima perintah shalat lima waktu dibutuhkan waktu 10 tahun sejak beliau menerima perintah menjadi nabi. Dalam kurun waktu tersebut, Rasulullah menanamkan ideologi kepada para pengikutnya. "Saya sebetulnya sangat malu melihat para elite tidak bisa rukun, selalu ada masalah yang dimunculkan, lihatlah para ulama, TNI dan Polri bisa duduk bersama dan inilah yang harus kita tiru," tandas Habib Luthfi.

Sebelumnya, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Bayu Purwiyono membacakan pidato Panglima TNI Moeldoko yang berhalangan hadir karena mendadak dipanggil Presiden. Ia mengaku salut dengan silaturahim ulama ini. Pangdam kaget melihat lagu Indonesia raya dinyanyikan dan Pancasila dibacakan pada even tersebut. “Secara pribadi, saya salut dengan para Ulama. Saya sangat bangga. Akan saya sampaikan kepada Panglima TNI peristiwa luar biasa ini,” ujar Pangdam. Panglima TNI, melalui Pangdam IV Diponegoro menyampaikan terima kasih atas undangan silaturahim. Panglima melihat, silaturahim ini mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah. “Indonesia sangat beragam dan plural. Kebhinnekaan, merupakan anugerah Allah SWT. Meski demikian, kita mempunyai kesamaan pandangan dan persepsi, bagaimana cara memecahkan masalah di negeri ini,” terangnya.

Hadir pula dalam acara silaturrahim ini jajaran TNI dan Polri se eks-Karesidenan Pekalongan, Idarah Aliyah dan Idaroh Syu'biyah se-Indonesia, dan ratusan undangan lainnya. Acara silaturrahm tarekat, TNI dan Polri yang digelar di Dupan Square kemarin merupakan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya juga digelar di tempat yang sama yang dihadiri Kapolri Jendral Polisi Drs. Soetarman dan Panglima TNI Jendral Moeldoko. Silaturrahim ini mengambil tema “Kebersamaan TNI, Polri, dan Ulama untuk memperkuat nilai nilai sejarah UUD 1945 dan Pancasila dalam membentengi NKRI dari Pengaruh Kelompok Radikal dan ISIS, serta Upaya Menuju Negara Poros Maritim”. (Abdul Muiz/Mahbib)
Sumber Info
Continue Reading

TKW Ponorogo Buka Sekolah Rias Di Hongkong

Rabu, 21 Januari 2015 | 2k o m e n t a r

Gasud.com, PONOROGO - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ponorogo yang bekerja di luar negeri ternyata sudah berpikir jauh kedepan. Mereka berupaya membekali diri dengan berbagai ketrampilan sebagai bekal ketika pulang ke kampung halaman. Kemauan keras dengan berlatih, dua orang TKW asal bumi reyog mendirikan sekolah rias. Hebatnya lagi, sekolah rias ini sudah meluluskan anak didiknya yang rata rata juga TKW. Seperti sekolah rias yang bernama Gria Paes Flotista dan Lia yang digagas oleh Florista asal Desa Lengkong Kecamatan Sukorejo dan Lia BMI asal Kecamatan Ngrayun Ponorogo. Setelah menyelenggarakan kursus tata tias pengantin, beberapa waktu lalu mewisuda dua puluh lima buruh migran di negara Hongkong yang menyelesaikan pendidikan dan ketrampilan tata rias. BMI yang diwisuda rata rata telah menjalankan aktifitas belajar mengajar selama tiga bulan setengah. Mata pelajaran yang diberikan meliputi tata rias pengantin solo, pengantin muslim, paes ageng, bridal dan lain sebagainya.Sesuai namanya, griya paes florista dan Lia, didirikan oleh Florista dan Lia. Bmi asal ponorogo, adalah anak asuh bunda Jeny, BMI Hongkong yang sudah lebih dulu berkarier dan kemudian pulang ke Indonesia.

Setelah semua ketrampilan diberikan, Florista berharap agar anak didiknya bisa memanfaatman ketrampilan ini sebagai bekal setelah pulang kampung nantinya. Yakni bisa saja mereka membuka rias temanten."Harapan saya mereka bisa sukses di kampung halaman masing-masing dengan membuka usaha tata rias tanpa terkecuali," harap Florista. Florista menjelaskan, wisuda ini adalah angkatan pertama yang dilakukan grita paes florista dan Lia. BMI yang sudah tiga tahun menekuni tata rias sejak tiga tahun lalu ini juga berharap agar griya paes flotista dan Lia bisa diterima keberadaannya di tengah tengah BMI sebagai tempat menimba ilmu. Pihaknya siap memberikan pelatihan bagi bmi yang belum memiliki kegiatan di hari libur. Nurjanah salah satu lulusan terbaik mengaku bangga bisa belajar rias di griya paes florista dan Lia. "Alhandulillah saya senang dan bangga bisa menjadi murid griya paes florista dan Lia. saya berharap selepas pulang tidak menjadi tki, tidak perlu bingung mencari pekerjaan di tanah air karena akan membuka tata rias," pungkas BMI asal Pekalongan Jawa Tengah ini. (Rifai/Dee/Han)
Sumber Info
Continue Reading

Kegiatan Gusdurian Yogyakarta

| 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Gusdurian - Jaringan Gusdurian Yogyakarta melakukan aksi di 0 km Jl. Malioboro. Aksi tersebut merupakan penjaringan suara rakyat untuk pemerintah dan para pemimpin dunia. Suara tersebut akan difilter menjadi 15 pesan rakyat untuk pembangunan. “Ini berkaitan dengan peluncuran target pembangunan bersama yang akan diikuti oleh negara-negara anggota PBB yang disebut Sustainable Development Goals (SDGs),” ungkap Tata, koordinator Aksi 2015 Kamis sore pukul 16:00 (16/01). Tata mengungkapkan, target pembangunan yang dibangun pemerintah selama ini belum melibatkan masyarakat dalam proses pembuatan dan evaluasinya. Oleh karenanya, Jaringan Gusdurian ingin menjaring suara rakyat. Kalau kita bicara siapa itu gusdurian, lanjut dia, yaitu ingin melanjutkan pemikiran dan perjuangan Gus Dur. Perjuangannya Gus Dur tidak hanya satu lingkup pluralisme, tetapi juga tentang sosial, ekonomi, pembangunan. “Aksi di sini adalah bagaimana pemerintah bisa pro terhadap rakyat," tambahnya.

Tata menceritakan, bahwa Gus Dur pernah menyuarakan suara rakyat di Kedungombo ketika pembangunan tidak melibatkan masyarakat dan masyarakat dibungkam begitu saja. "Nah dari situ kita belajar, bahwa pembangunan harus melibatkan masyarakat, apakah ini yang diinginkan masyarakat? apakah ini yang dibutuhkan masyarakat?" tandasnya. Jaring 2015 suara di seluruh Indonesia. Masih menurut Tata, yang terjun dalam aksi ini tidak hanya di Yogyakarta, melainkan oleh 45 komunitas Gusdurian di seluruh Indonesia. Misalnya di Makassar, Bandung, dan komunitas jaringan di berbagai kota. Komunitas-komunitas itu akan menjaring 2015 suara. Dari situ penjaringan itu, lanjut dia, Gusdurian ingin melihat, apakah para pemimpin serius memikirkan rakyatnya. “Kita bisa menekan dan mengontrol pemerintah. Kita mengajak masyarakat agar peka terhadap isu sosial. kita terlibat dalam pembangunan bangsa ini,” lanjutnya.

Gusdurian akan melakukan penjaringan suara ini sampai akhir Februari. Setelah didapat, akan melakukan advokasi bukan hanya di pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah. (Nur Sholikhin/Abdullah Alawi/Ardi)
Sumber Info
Continue Reading

Pameran Batu Akik Dan Permata Ponorogo

Senin, 19 Januari 2015 | 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Budaya - Untuk memperkenalkan kerajinan batu akik asli produk kota reyog, para pengrajin batu akik kecamatan Ngrayun berencana menggelar pameran di warkop WAKOKA Jalan Menur Ronowijayan Minggu 25 Januari 2015. Yang menarik, selain akan ditampilkan beragam hasil kerajinan batu akik, sebagai tanda persahabatan maka di sediakan kopi gratis warkop WAKOKA bagi 250 pengunjung pertama pameran.
Continue Reading

Mutiara Buya Hamka

| 0 k o m e n t a r

Gasud.com, Kata Mutiara - BUYA HAMKA adalah sejarawan,sastrawan Indonesia,  sekaligus ulama, aktivis politik dan seorang penulis handal. Berikut ini beberapa kata-kata hikmah / kata bijak BUYA HAMKA.

Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, ker juga bekerja...

Nafsu yang menyebabkan marah dan dengki

Bahwasanya cinta yang bersih dan suci (murni) itu, tidaklah tumbuh dengan sendirinya.

Tahan menderita kepahitan hidup sehingga penderitaan menjadi kekayaan adalah bahagia

Kenal akan keindahan dan sanggup menyatakan keindahan itu kepada orang lain adalah bahagia

Hanya menumpahkan air mata itulah kepandaian yang paling penghabisan bagi seorang wanita.

Kecantikan yang abadi terletak pada keelokkan adab dan ketinggian ilmu seseorang, bukan terletak pada wajah dan pakaiannya.

Emas tak setara dengan loyang. Sutra tak sebangsa dengan benang.

Satu hati lebih mahal dari pada senyuman. Satu jiwa lebih berharga dari pada sebentuk cincin.

Ikhlas dan sejati akan bertemu di dalam senyuman anak kecil,senyum yang sebenarnya senyum,senyum yang tidak disertai apa-apa

Kegunaan harta tidak dimungkiri –Tetapi ingatlah yang lebih tinggi ialah cita-cita yang mulia

Berani menegakkan keadilan, walaupun mengenai diri sendiri, adalah puncak segala keberanian

Kata - kata yang lemah dan beradab dapat melembutkan hati dan manusia yang keras

Iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi. Namun ilmu tanpa iman, bagaikan lentera di tangan pencuri.

Kehidupan itu laksana lautan: " Orang yang tiada berhati-hati dalam mengayuh perahu, memegang kemudi dan menjaga layar, maka karamlah ia digulung oleh ombak dan gelombang. Hilang di tengah samudera yang luas. Tiada akan tercapai olehnya tanah tepi".

Jangan takut jatuh karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh,
Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagallah yang tidak pernah melangkah,
Jangan takut salah, karna dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan baru dan cari Jalan yang benar pada langkah yang kedua
Continue Reading
 
Support : Creating Website | Poetra Ogros | Aswaja Fm | Master Web
Copyright © 2011. Bukan Gagal Maksud - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Poetra